Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Digital Kreatif Fox Cafe dalam Meningkatkan Keputusan Kunjungan Fisik Konsumen Nurul Najmu Zulashida; Ballian Siregar; Euis Heryati; Muhammad Ruslan Ramli
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.12068

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi pemasaran digital kreatif Fox Cafe BSD, sebuah kafe berbasis pengalaman (experience-based) yang menawarkan interaksi langsung dengan hewan eksotis seperti Fox, Capybara, dan Raccoon. Tantangan utamanya adalah mengemas konten harian hewan eksotis di Instagram secara kreatif untuk menarik minat audiens hingga mengonversinya menjadi tindakan kunjungan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital kreatif Fox Cafe dalam meningkatkan keputusan kunjungan fisik konsumen. Landasan teoretis yang digunakan mencakup kerangka kerja 8 Elemen Integrated Marketing Communication (IMC) dari Kotler dan Keller untuk meninjau keterkaitan bauran promosi, serta Model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) dari Dentsu untuk membedah perjalanan perilaku konsumen digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal holistik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan Pemilik Fox Cafe sebagai Key Informan, Kasir sekaligus Admin WhatsApp sebagai Informan, dan Pelanggan aktif Instagram @foxcafebsd sebagai Informan Pendukung. Pengumpulan data juga dilengkapi dengan observasi lapangan dan dokumentasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemasaran daring organik yang alami pada media milik sendiri (Owned Media) dan penegakan aturan reservasi fisik (seperti kewajiban uang muka atau DP) secara efektif meningkatkan keputusan kunjungan fisik konsumen tanpa alokasi periklanan berbayar (Paid Media). Kepuasan interaksi fisik bersama hewan eksotis di lokasi mendorong konsumen membagikan pengalamannya secara sukarela di media sosial pribadi (Earned Media). Hal ini menciptakan siklus pemasaran dari mulut ke mulut secara elektronik (electronic Word-of-Mouth atau e-WOM) yang meluas.