Dahlia Dahlia
Program Study of Psychology, Faculty of Medicine, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN LONELINESS AND SELF-ADJUTSMENT IN SINGLE WOMEN IN ACEH, INDONESIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Zahara Geubrina; Dahlia Dahlia; Afriani Afriani; Zaujatul Amna
Journal of Community Mental Health and Public Policy Vol. 9 No. 1 (2026): OCTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Terapan untuk Kesehatan Jiwa (Lenterakaji)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51602/cmhp.v9i1.300

Abstract

Background: Single women in this study are defined as unmarried adult women, aged ≥30 years, who are employed and reside in Banda Aceh. In societies where marriage is regarded as a social norm, single women are frequently perceived as unhappy and lonely, which may adversely influence their capacity for social adjustment. Purpose: This study aims to identify the relationship between levels of loneliness and the ability to adjust among single women. Methods: This study used a quantitative approach with a cross-sectional correlational design. The sample consisted of 110 respondents obtained through accidental sampling with a screening process based on inclusion criteria. Data was collected using the SELSA-S and SPDPP instruments and analyzed using JASP software via Pearson’s correlation test. Results: There was a significant negative relationship between family loneliness and adjustment (p < 0.001), whereas romantic loneliness (p = 0.335) and social loneliness (p = 0.510) did not show a significant relationship. Conclusion: These findings indicate that loneliness in the family domain plays a role in the self-adjustment of single women, while other dimensions of loneliness are not significantly associated. Abstrak Latar Belakang: Wanita lajang dalam penelitian ini didefinisikan sebagai perempuan dewasa yang belum menikah, berusia ≥30 tahun, bekerja, dan berdomisili di Banda Aceh. Dalam masyarakat yangmenempatkan perkawinan sebagai norma sosial, wanita lajang sering dipersepsikan sebagai individu yang tidak bahagia dan kesepian, yang berpotensi memengaruhi kemampuan penyesuaian diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat kesepian dengan kemampuan penyesuaian diri pada wanita lajang. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional korelasional. Sampel berjumlah 110 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling dengan proses screening berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen SELSA-S dan SPDPP, serta dianalisis menggunakan perangkat lunak JASP melalui uji korelasi Pearson. Hasil: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kesepian keluarga dan penyesuaian diri (p &lt; 0.001), sedangkan kesepian romantis (p = 0.335) dan sosial (p = 0.510) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa kesepian dalam ranah keluarga berperan terhadap penyesuaian diri wanita lajang, sementara dimensi kesepian lainnya tidak berhubungan secara signifikan.