Yogi Farda Nugroho
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dialekta Formalisme Dan Konstruktivisme Dalam Pendidikan Matematika Sebagai Landasan Pembelajaran Modren Yogi Farda Nugroho; Firella Bilqis Srizona; Anggun Badu Kusuma
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i3.1312

Abstract

Abstract A This study aims to examine the dialectics of formalism and constructivism in mathematics education as a foundation for modern learning. The research employed a literature review method with a qualitative descriptive approach by analyzing relevant scholarly sources. The findings indicate that formalism emphasizes mathematics as a formal system based on logic, axioms, symbols, and mathematical proofs, while constructivism views knowledge as actively constructed by learners through learning experiences. Although these approaches differ fundamentally, they can complement each other in mathematics education. Their integration creates a balance between conceptual understanding and procedural accuracy, which aligns with the demands of 21st-century learning. Therefore, the dialectics of formalism and constructivism can serve as a philosophical foundation for developing effective, meaningful, and relevant mathematics learning in modern education. Keywords: formalism 1; contructivism 2; mathematics education 3; mathematics learning 4; 21st-century learning 5 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dialektika formalisme dan konstruktivisme dalam pendidikan matematika sebagai landasan pembelajaran modern. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa formalisme menekankan matematika sebagai sistem formal yang berlandaskan logika, aksioma, simbol, dan pembuktian matematis, sedangkan konstruktivisme memandang pengetahuan sebagai hasil konstruksi peserta didik melalui pengalaman belajar. Meskipun memiliki perbedaan mendasar, kedua pendekatan tersebut dapat saling melengkapi dalam pembelajaran matematika. Integrasi formalisme dan konstruktivisme memungkinkan terciptanya keseimbangan antara pemahaman konsep dan ketepatan prosedur matematis yang sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Oleh karena itu, dialektika kedua pendekatan tersebut dapat menjadi landasan filosofis dalam mewujudkan pembelajaran matematika yang efektif, bermakna, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan modern. Kata Kunci: formalisme 1; kontruktivisme 2; pendidikan matematika 3; pembelajaran moderen 4; pembelajaran abad ke-21 5