Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Pendidikan Melalui Revitalisasi Perpustakaan Puspa Smart dan Program Hibah Buku di Desa Batubantar Elsa Nabila; Arfian Suryasuciramdhan; Dadang Amiruddin; Fajar Febriansyah Rosadi; Diah Mudafiah
Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Ekalaya Journal
Publisher : Nindikayla Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57254/eka.v5i3.170

Abstract

This paper reports a village-level initiative in Batubantar that paired the renewal of the Puspa Smart library with a community book-donation scheme, framed as an education-driven route to broader community empowerment, wider access to knowledge, and stronger public involvement in developing local human resources. The initiative responded to a long-standing problem: residents rarely used the village library as a shared learning space, largely because its collection was small, its facilities were minimal, and no ongoing literacy programming existed to sustain interest. Work proceeded through a participatory model in which the physical space was rebuilt, the collection reorganized, volunteer librarians trained, and new reading material sourced through donation drives matched to what residents and lifelong learners actually needed. Rather than treating renovation as an end in itself, the team paired the physical upgrade with creative programming — communal reading sessions, tutoring for children, discussion forums, and other activities meant to position residents themselves as the drivers of literacy in their own village. The book-donation component brought several stakeholders together to widen public access to reliable, quality reading material. What followed was a visible rise in residents' enthusiasm for reading, a library that increasingly functioned as shared community space rather than an underused building, and a broader public appreciation for continuous learning. Beyond Batubantar itself, the revitalized Puspa Smart library is offered here as a possible template for building literacy hubs elsewhere that are sustainable, open to all, and responsive to local educational needs — while also illustrating how residents, schools, and other stakeholders can be drawn into one coherent, mutually reinforcing learning ecosystem.
Inovasi PJU-PLTS sebagai Upaya Mengatasi Minimnya Penerangan Jalan di Kampung Panday, Desa Batubantar Abdul Latif; Arfian Suryasuciramdhan; Muhammad Akbar Ramadhan; Suheti; Elsa Nabila
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/pzp2w564

Abstract

Keterbatasan akses listrik masih menjadi kendala nyata bagi banyak desa di Indonesia, sehingga sejumlah kawasan pedesaan belum memiliki penerangan jalan umum saat malam tiba. Kegiatan pengabdian ini menjawab persoalan tersebut di Kampung Panday, Desa Batubantar, tidak hanya dengan memasang sistem Penerangan Jalan Umum-Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PJU-PLTS), tetapi juga disertai pengarahan singkat kepada Ketua RT dan pemuda setempat mengenai cara pengoperasian dan perawatan dasar agar mereka dapat menjaga sistem tersebut setelah masa pendampingan tim mahasiswa berakhir. Pelaksanaan kegiatan mencakup enam tahap yang saling berkaitan: survei lokasi, identifikasi kebutuhan energi, perancangan sistem, instalasi, uji coba fungsi, serta pengarahan singkat kepada Ketua RT dan pemuda setempat mengenai langkah dasar troubleshooting dan perawatan panel. Evaluasi pascapelaksanaan menunjukkan bahwa sistem penerangan berfungsi sesuai rancangan secara mandiri di luar jaringan PLN, sementara pengarahan yang diberikan membantu Ketua RT dan pemuda setempat memahami cara kerja sistem surya dan kebutuhan perawatannya. Di luar manfaat penerangan itu sendiri, temuan utama kegiatan ini adalah bahwa memadukan instalasi teknis dengan transfer pengetahuan yang disengaja merupakan faktor penentu keberlangsungan sistem PJU-PLTS pedesaan setelah tim pelaksana meninggalkan lokasi, sehingga dapat menjadi model yang direplikasi pada program energi komunitas serupa di tempat lain.