Noval Ramadhan Saputra
Universitas Riau, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Inovasi Pengelolaan Komoditas Lokal Menjadi Manisan Kelapa Sederhana Bernilai Jual Tinggi di Desa Pambang Baru Kecamatan Bantan Seno Andri; Allya Filza Husnia; Ananda Qihta; Erra Pajira; Eza Fitriani; Gita Sondang Kristiarta; Jelita Zahira Siregar; Khoirunnisa Nasywa Putri; Mai Lizah Hanum; Noval Ramadhan Saputra; Riska Yandi; Yosi Angriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 3 No. 3 (2026): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v3i3.389

Abstract

Desa Pambang Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, merupakan salah satu desa yang memiliki potensi komoditas kelapa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Namun, ketersediaan bahan baku kelapa belum sepenuhnya dioptimalkan melalui kegiatan pengolahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kelapa menjadi manisan serta memperkenalkan aspek dasar pengembangan usaha melalui perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pengemasan, branding, dan pemasaran. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Pambang Baru pada 21 Juli 2026 dengan sasaran kelompok ibu-ibu PKK, pelaku UMKM lokal, dan pemuda-pemudi Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, workshop, demonstrasi, praktik langsung, serta diskusi dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa daging kelapa dapat diolah menjadi manisan sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk berbasis komoditas lokal. Perhitungan biaya produksi menunjukkan total HPP sebesar Rp31.570 untuk menghasilkan tiga cup produk, dengan HPP sebesar Rp10.523 per cup. Dengan asumsi margin keuntungan sebesar 20%, harga jual yang diperoleh adalah sekitar Rp12.628 per cup. Selain pengolahan daging kelapa, kegiatan juga memperkenalkan pemanfaatan tempurung kelapa menjadi celengan sebagai bentuk pemanfaatan bagian kelapa secara lebih optimal. Kegiatan ini memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai pengolahan komoditas lokal serta peluang pengembangan produk berbasis ekonomi kreatif. Keberlanjutan program dapat didukung melalui pendampingan dalam peningkatan kualitas produk, pengemasan, identitas merek, dan pemasaran digital.