Muh. Tiar Pratama
Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Masyarakat tentang Pencegahan ISPA melalui Penyuluhan Kesehatan di Desa Porara Kecamatan Morosi Noviati; Alfirah Khairun Nisa; Fitriya Nyingsi; Muh. Deni Rahman; Sukma Dewi Anggraini; Siti Nuraeni; Musnia; Dewi Fitriyanti; Muh. Tiar Pratama; Nur Aisyah
Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan Vol. 3 No. 2 (2026): Pengabdian Kesehatan Pesisir dan Pertambangan
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/4kgekm81

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit menular yang sering dijumpai di masyarakat dan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan apabila tidak dicegah sejak dini. Hasil identifikasi masalah kesehatan di Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe menunjukkan bahwa ISPA termasuk salah satu masalah dominan yang dihadapi masyarakat selain diare dan sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan ISPA. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuasi-eksperimen model pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 4 September 2025 dengan melibatkan 24 orang masyarakat Desa Porara. Instrumen yang digunakan adalah pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah penyuluhan. Media leaflet digunakan sebagai sarana utama penyuluhan karena sederhana, praktis, dan mudah dipahami masyarakat. Leaflet berisi informasi mengenai gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan ISPA melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penyuluhan hanya 4 orang (16,67%) yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan 20 orang (83,33%) masih berkategori kurang. Setelah dilakukan penyuluhan menggunakan leaflet, seluruh peserta (100%) masuk kategori pengetahuan baik. Hal ini membuktikan bahwa penyuluhan berbasis leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan ISPA.