Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembelajaran CPS-STEAM berbasis etnosains pengobatan batu angin untuk mengembangkan keterampilan kolaborasi murid pada materi hukum dasar kimia Kiki Pratama; Farah Erika; Pintaka Kusumaningtyas
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v9i2p149-161

Abstract

Keterampilan kolaborasi merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang masih belum berkembang secara optimal karena pembelajaran kimia cenderung berpusat pada guru dan belum mengintegrasikan konteks etnosains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran Collaborative Problem Solving (CPS)-STEAM berbasis etnosains dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi murid pada materi Hukum Dasar Kimia di salah satu SMA Negeri di Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data keterampilan kolaborasi dikumpulkan melalui tes, lembar observasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney U dan uji independent sample t-test sesuai dengan karakteristik distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 72,93 (kategori tinggi), lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 62,36 (kategori sedang). Rata-rata persentase keterampilan kolaborasi berdasarkan angket pada kelas eksperimen sebesar 87,67% (kategori sangat baik), sedangkan kelas kontrol sebesar 79,00% (kategori baik). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan keterampilan kolaborasi yang signifikan antara kedua kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CPS-STEAM berbasis etnosains efektif dalam mengembangkan keterampilan kolaborasi murid pada materi Hukum Dasar Kimia.