Program bilingual di madrasah tidak hanya bertujuan mengenalkan bahasa Inggris, tetapi juga dapat digunakan untuk membangun kebiasaan komunikasi yang santun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi siswa MI Nurul Hidayah dalam membangun kebiasaan komunikasi positif melalui program “Speak Good, Act Good”. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung dan berkelanjutan yang meliputi observasi awal, pengenalan ungkapan bahasa Inggris sederhana, praktik komunikasi, pembiasaan, evaluasi, dan tindak lanjut bersama guru. Ungkapan yang digunakan meliputi Please, Thank You, Sorry, dan Excuse Me yang diterapkan dalam situasi komunikasi sehari-hari di madrasah. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil pendampingan menunjukkan adanya perubahan positif pada keberanian dan kebiasaan siswa dalam menggunakan ungkapan bahasa Inggris sederhana. Berdasarkan hasil observasi deskriptif, seluruh indikator kemampuan dan kebiasaan komunikasi siswa menunjukkan peningkatan setelah mengikuti pendampingan. Siswa mulai lebih berani menggunakan bahasa Inggris dan menunjukkan komunikasi yang lebih santun kepada guru maupun teman. Keterlibatan guru juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program melalui English Corner, daily expressions, dan habit tracker. Program “Speak Good, Act Good” dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menggabungkan pembelajaran bilingual dengan penguatan karakter dan budaya komunikasi positif di madrasah. Bilingual programs in madrasahs are not only intended to introduce English but can also be used to build polite communication habits among students. This community service program aimed to assist students at MI Nurul Hidayah in developing positive communication habits through the “Speak Good, Act Good” program. The program used a direct and continuous mentoring method consisting of initial observation, introduction of simple English expressions, communication practice, habituation, evaluation, and follow-up activities with teachers. The expressions used included Please, Thank You, Sorry, and Excuse Me, which were practiced in students’ daily communication at school. Data were collected through observation, interviews, and documentation and were analyzed descriptively. The results showed positive changes in students’ confidence and habits in using simple English expressions. Descriptive observation results showed improvement across all indicators of students’ communication skills and positive communication habits after the mentoring activities. Students became more confident in using simple English expressions and showed more polite communication with teachers and peers. Teacher involvement also played an important role in maintaining the program through activities such as English Corner, daily expressions, and habit tracker. The “Speak Good, Act Good” program can be a simple approach to combining bilingual learning with character development and positive communication culture in the madrasah environment.