Perpustakaan sekolah menengah kejuruan (SMK) idealnya berfungsi sebagai pusat sumber belajar yang mendukung pembelajaran berbasis kompetensi melalui koleksi buku vokasi yang relevan dengan program keahlian siswa. Namun, ketersediaan koleksi yang memadai tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat pemanfaatannya oleh siswa, sehingga pengaruh pemanfaatan koleksi buku vokasi terhadap proses pembelajaran perlu dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemanfaatan koleksi buku vokasi terhadap pembelajaran siswa kelas XI di SMKN 2 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan 100 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi 654 siswa kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mencakup lima indikator pemanfaatan koleksi, yaitu frekuensi penggunaan, relevansi koleksi, tujuan penggunaan, kualitas koleksi, dan kemudahan akses, serta empat indikator pembelajaran, yaitu motivasi belajar, interaksi dalam pembelajaran, lingkungan belajar, dan sarana prasarana. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS, didahului uji normalitas, uji linieritas, uji validitas, dan uji reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi buku vokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelajaran siswa, dengan nilai t hitung sebesar 13,614 dan signifikansi 0,000, serta kontribusi sebesar 65,4 persen terhadap variasi pembelajaran siswa. Indikator relevansi koleksi dengan program keahlian tercatat memberikan kontribusi tertinggi, sedangkan frekuensi kunjungan siswa masih tergolong rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan koleksi buku vokasi berperan penting sebagai penunjang pembelajaran siswa SMK, sehingga perpustakaan sekolah disarankan memprioritaskan relevansi koleksi dan meningkatkan aksesibilitasnya guna mengoptimalkan kontribusinya terhadap proses pembelajaran kejuruan.