Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengendalian Stok Batu Bara Dengan Penerapan Metode Economic Order Quantity Dan Just In Time: (Studi Kasus: PT. Berkah Energy Alam) Ridho Cahyo Wibowo; Moh. Jufriyanto; Purwanto
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i3.2218

Abstract

Pengendalian stok menjadi penentu utama efisiensi operasional pada perusahaan yang mengelola komoditas curah seperti batu bara, sebab biaya pemesanan dan biaya penyimpanan bergerak ke arah yang berlawanan sehingga keduanya tidak dapat diminimalkan pada saat yang sama. PT Berkah Energy Alam selama ini menetapkan jumlah pemesanan batu bara sebesar 10.000 ton untuk setiap transaksi hanya berdasarkan perkiraan manajerial tanpa dukungan perhitungan kuantitatif, sehingga tingkat optimal jumlah tersebut dan besarnya biaya persediaan yang ditanggung belum diketahui. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung total biaya persediaan pada kebijakan yang berlaku, menentukan jumlah pemesanan optimal serta total biaya persediaan menurut metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT), dan menetapkan metode yang paling efisien bagi perusahaan. Pendekatan kuantitatif komparatif diterapkan pada tiga skenario dengan data permintaan tahunan 120.150 ton, biaya pemesanan Rp5.000.000 per pesan, dan biaya penyimpanan Rp20.000 per ton per tahun. Ketiga skenario dibandingkan berdasarkan Total Inventory Cost terendah dan dilengkapi analisis sensitivitas biaya pemesanan. Hasil perhitungan memperlihatkan total biaya persediaan kebijakan aktual sebesar Rp160.075.000 per tahun, EOQ sebesar Rp155.016.128 dengan jumlah pemesanan optimal 7.751 ton, serta JIT sebesar Rp160.000.000 dengan 24 kali pengiriman per tahun. Dengan demikian, EOQ merupakan metode paling efisien untuk struktur biaya perusahaan saat ini, sementara JIT baru lebih unggul apabila biaya pemesanan dapat ditekan di bawah Rp4.375.580 per transaksi atau turun sekitar 12,5%.