Pada jenjang sekolah dasar, pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menuntut siswa untuk memiliki pemahaman yang memadai terhadap berbagai konsep yang dipelajari. Berdasarkan hasil pengamatan awal, proses pembelajaran masih banyak menggunakan media gambar cetak. Kondisi tersebut tercermin dari 12 dari 32 siswa yang telah mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini diarahkan untuk menguji pengaruh penggunaan media digital terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas 3 pada materi siklus hidup hewan serta melihat perbedaannya dengan pembelajaran menggunakan media gambar cetak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri atas kelas 3A ditempatkan sebagai kelompok eksperimen, sedangkan kelas 3B digunakan sebagai kelompok pembanding, yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes uraian pemahaman konseptual dan angket respons siswa. Data penelitian dianalisis melalui Independent Samples t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 27. Analisis menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan media belajar digital memperoleh hasil posttest dengan nilai signifikansi sebesar 0,034 (<0,05). Perolehan N-Gain pada kelompok eksperimen mencapai rata-rata 0,601, sedangkan kelompok kontrol memperoleh rata-rata 0,396. Perbedaan tersebut juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,020 (<0,05). Selain itu, hasil angket menunjukkan respons positif siswa terhadap penggunaan media belajar digital sebesar 81,7%. Berdasarkan hasil tersebut, media belajar digital berupa video pembelajaran dan kuis interaktif dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran IPAS untuk mendukung pemahaman konseptual siswa sekolah dasar.