Liver dysfunction in older adults often develops silently and may remain undetected until advanced stages, highlighting the importance of community-based screening strategies. This program aimed to evaluate liver function through serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) and serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) examinations among older adults. The program was conducted using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, integrating laboratory screening with health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the program. The mean SGOT and SGPT levels were 21.8±3.23 U/L and 14.86±4.69 U/L, respectively. Most SGOT values ranged between 18–25 U/L, while SGPT values were generally distributed between 10–18 U/L. No participant demonstrated enzyme elevations suggestive of severe hepatocellular injury. SGOT levels remained relatively stable across age groups, whereas SGPT levels showed a slight declining trend with increasing age. These findings indicate that liver function was generally well preserved among the participants. Community-based liver function screening combined with health education may support the early identification of hepatic abnormalities and enhance awareness of lifestyle modifications aimed at maintaining liver health in older adults Abstrak Gangguan fungsi hati pada lansia sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga memerlukan pendekatan deteksi dini yang mudah diterapkan di komunitas. Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining fungsi hati melalui pemeriksaan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) pada lansia. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan integrasi antara pemeriksaan laboratorium dan edukasi kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar SGOT sebesar 21,8±3,23 U/L dan SGPT sebesar 14,86±4,69 U/L. Sebagian besar nilai SGOT berada pada kisaran 18–25 U/L, sedangkan nilai SGPT umumnya berada pada rentang 10–18 U/L. Tidak ditemukan peningkatan enzim hati yang mengarah pada gangguan hepatoseluler berat. Kadar SGOT cenderung stabil pada seluruh kelompok usia, sementara kadar SGPT menunjukkan kecenderungan menurun seiring bertambahnya usia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining fungsi hati berbasis komunitas dapat mendukung deteksi dini gangguan hepatik serta meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati melalui penerapan gaya hidup sehat.