p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Serina Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SKRINING FUNGSI HATI MELALUI PEMERIKSAAN SGOT DAN SGPT PADA KELOMPOK LANSIA Zita Atzmardina; Alexander Halim Santoso; Richver Framanto Johan; Steve Geraldo Bustam
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38812

Abstract

Liver dysfunction in older adults often develops silently and may remain undetected until advanced stages, highlighting the importance of community-based screening strategies. This program aimed to evaluate liver function through serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) and serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) examinations among older adults. The program was conducted using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, integrating laboratory screening with health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the program. The mean SGOT and SGPT levels were 21.8±3.23 U/L and 14.86±4.69 U/L, respectively. Most SGOT values ranged between 18–25 U/L, while SGPT values were generally distributed between 10–18 U/L. No participant demonstrated enzyme elevations suggestive of severe hepatocellular injury. SGOT levels remained relatively stable across age groups, whereas SGPT levels showed a slight declining trend with increasing age. These findings indicate that liver function was generally well preserved among the participants. Community-based liver function screening combined with health education may support the early identification of hepatic abnormalities and enhance awareness of lifestyle modifications aimed at maintaining liver health in older adults Abstrak Gangguan fungsi hati pada lansia sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga memerlukan pendekatan deteksi dini yang mudah diterapkan di komunitas. Kegiatan ini bertujuan melakukan skrining fungsi hati melalui pemeriksaan serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT) pada lansia. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) dengan integrasi antara pemeriksaan laboratorium dan edukasi kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan rerata kadar SGOT sebesar 21,8±3,23 U/L dan SGPT sebesar 14,86±4,69 U/L. Sebagian besar nilai SGOT berada pada kisaran 18–25 U/L, sedangkan nilai SGPT umumnya berada pada rentang 10–18 U/L. Tidak ditemukan peningkatan enzim hati yang mengarah pada gangguan hepatoseluler berat. Kadar SGOT cenderung stabil pada seluruh kelompok usia, sementara kadar SGPT menunjukkan kecenderungan menurun seiring bertambahnya usia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining fungsi hati berbasis komunitas dapat mendukung deteksi dini gangguan hepatik serta meningkatkan kesadaran lansia terhadap pentingnya menjaga kesehatan hati melalui penerapan gaya hidup sehat.
SKRINING HEMATOLOGI RUTIN UNTUK DETEKSI AWAL GANGGUAN SISTEMIK DAN STATUS INFLAMASI PADA POPULASI LANSIA Alya Dwiana; Alexander Halim Santoso; Bryan Anna Wijaya; Fiona Valencia Setiawan
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i3.38857

Abstract

Age-related changes in the hematological system increase the risk of anemia, inflammatory disorders, and various systemic diseases in older adults. This community service program aimed to conduct routine hematological screening as an early detection strategy for health disorders among older adults. The program was implemented using the Plan–Do–Check–Act (PDCA) approach, which integrated complete blood count examinations with health education. A total of 38 older adults with a mean age of 77.29±7.49 years participated in the screening. Parameters assessed included hemoglobin, hematocrit, red blood cell count, white blood cell count, platelet count, and erythrocyte indices. The results showed mean hemoglobin, hematocrit, red blood cell, white blood cell, and platelet values of 12.28±1.83 g/dL, 36.94±5.24%, 4.54±0.77×10⁶/µL, 6.90±1.64×10³/µL, and 270.84±40.10×10³/µL, respectively. Anemia was identified in 19 participants (50%), while the remaining 19 participants had normal hematological status. Cases of anemia were observed in both sexes, with a higher number among women. This program demonstrates that community-based hematological screening can facilitate the early identification of health conditions that often remain undetected in older adults while supporting health promotion and disease prevention through education and appropriate follow-up. ABSTRAK Perubahan sistem hematologi akibat proses penuaan meningkatkan risiko anemia dan berbagai gangguan kesehatan sistemik pada lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan skrining hematologi rutin sebagai upaya deteksi dini gangguan sistemik dan status inflamasi pada lansia. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Act (PDCA) yang mencakup pemeriksaan darah lengkap dan edukasi kesehatan. Sebanyak 38 lansia dengan rerata usia 77,29±7,49 tahun mengikuti kegiatan. Parameter yang diperiksa meliputi hemoglobin, hematokrit, eritrosit, leukosit, trombosit, serta indeks eritrosit. Hasil menunjukkan rerata hemoglobin 12,28±1,83 g/dL, hematokrit 36,94±5,24%, leukosit 6,90±1,64×10³/µL, dan trombosit 270,84±40,10×10³/µL. Anemia ditemukan pada 19 peserta (50%). Kasus anemia ditemukan pada kedua jenis kelamin dengan jumlah lebih banyak pada perempuan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining hematologi berbasis komunitas dapat membantu mengidentifikasi gangguan kesehatan yang sering tidak terdeteksi pada lansia serta mendukung upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan rujukan yang sesuai.