secara global masih berada di atas 30% selama 2025–2026. Provinsi Sumatera Barat melaporkan prevalensi anemia sebesar 38,2%, sedangkan Kota Padang menunjukkan prevalensi 22% di tingkat Puskesmas pada awal 2025. Anemia defisiensi besi pada kehamilan memerlukan intervensi gizi komplementer. Moringa oleifera (daun kelor) mengandung zat besi dan vitamin C yang berpotensi mendukung pembentukan hemoglobin dan meningkatkan absorpsi zat besi. Tujuan: menganalisis efektivitas puding Moringa oleifera sebagai intervensi giziterhadap peningkatan kadar hemoglobin dan vitamin C pada ibu hamil dengan anemia defisiensi besi. Metode: penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan Juni–Agustus 2026 di wilayah kerja Puskesmas Kota Padang. Sampel terdiri dari 16 ibu hamil dengan anemia defisiensi besi trimester I–III yang dipilih menggunakan purposive sampling. Intervensi diberikan selama 14 hari. Kadar hemoglobin dan vitamin C diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan paired samples t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Hasil: rata-rata kadar hemoglobin meningkat dari 9,844 ± 0,729 g/dL menjadi 11,775 ± 0,719 g/dL, dengan peningkatan 1,931 g/dL (p0,001). Kadar vitamin C meningkat dari 12,785 ± 5,955 mg/dL menjadi 37,555 ± 31,764 mg/dL, dengan peningkatan 24,770 mg/dL (Z=2,196; p0,028). Kesimpulan: pemberian puding Moringa oleifera selama 14 hari menunjukkan perbedaan bermakna pada kadar hemoglobin dan vitamin C. Puding Moringa oleifera berpotensi sebagai pangan tambahan berbasis bahan lokal untuk mendukung intervensi gizi pada ibu hamil dengan anemia defisiensi besi.