Pia Aine merupakan merek oleh-oleh khas Kota Malang dengan produk utama pia kering yang telah berdiri sejak tahun 2018, namun belum mencapai tingkat brand awareness yang optimal. Permasalahan ini disebabkan oleh arah branding yang belum terdefinisi dengan jelas, minimnya pemanfaatan media sosial secara aktif, serta elemen visual merek yang belum mampu mendukung komunikasi identitas secara maksimal di tengah ketatnya persaingan industri oleh-oleh Kota Malang. Perancangan ini bertujuan menghasilkan identitas visual baru bagi Pia Aine yang mampu meningkatkan brand awareness, sekaligus menyusun pedoman identitas visual sistematis dan fleksibel dalam bentuk Graphic Standard Manual (GSM). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan paradigma interpretivisme, mengikuti lima tahapan Designing Brand Identity oleh Wheeler dan Meyerson (2024) — Conducting Research, Clarifying Strategy, Designing Identity, Creating Touchpoints, dan Managing Assets — dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan dokumentasi visual. Hasil perancangan berupa sistem identitas visual (logo, tipografi, palet warna, aset grafis, gaya fotografi) yang memposisikan Pia Aine sebagai produk pia artisan bernuansa heritage dengan karakter hangat, otentik, dan bermakna, diterapkan pada kemasan, label varian rasa, konten media sosial, serta merchandise. Evaluasi terhadap 28 responden menunjukkan peningkatan penilaian rata-rata dari 3,12 menjadi 4,32 atau naik 23,89%, sementara validasi klien memperoleh nilai sempurna 5,00 dari 5,00. Hasil ini menunjukkan bahwa identitas visual yang dirancang efektif dalam meningkatkan brand awareness serta memperkuat konsistensi komunikasi merek Pia Aine.