Aaliyah Fidela Hartono
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penerimaan Komunikasi Krisis oleh Yayasan Masjid Baiturrahman di Perumahan Kemang Pratama 3 Yang Terdampak Banjir Bekasi Shaqila Devy Chandra; Aaliyah Fidela Hartono; Yusri Keyko Jalu Firmansyah; Annisa Nurmalita Hidayati
JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting Vol. 2 No. 2 (2026): JINTACT: Journal of Interactive Communication, Public Relations, and Broadcasti
Publisher : Pena Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir yang melanda Kota Bekasi pada Maret 2025 tidak hanya menunjukkan kerentanan infrastruktur, tetapi juga memperlihatkan kelemahan komunikasi krisis antara pemerintah dan masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana komunikasi krisis yang disampaikan pemerintah diterima dan dimaknai oleh Yayasan Masjid Baiturrahman di Perumahan Kemang Pratama 3 sebagai salah satu komunitas yang terdampak langsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam terhadap pengurus yayasan. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Crisis and Emergency Risk Communication (CERC) serta Risk Communication Model dari Covello dan Sandman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemerintah pada fase pra-bencana dinilai terlambat dan kurang efektif sehingga masyarakat lebih mengandalkan jaringan komunikasi komunitas. Pada fase tanggap darurat, komunikasi berbasis komunitas dipandang lebih cepat, kredibel, dan sesuai dengan kondisi lapangan. Sementara pada fase pascabencana koordinasi pemerintah mulai membaik, meskipun masih ditemukan kesenjangan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa institusi keagamaan memiliki peran strategis sebagai mediator komunikasi risiko dan mitra pemerintah dalam meningkatkan efektivitas komunikasi kebencanaan.