Nazwa Azzahra Jaelani
Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Persepsi Risiko Bencana Alam pada Pendaki Pemula: Analisis Komunikasi Risiko Berdasarkan Model Crisis and Emergency Risk Communication (CERC) Muthia Cinta Cahyani; Jasmine Diandra Adriani; Nudia Izza Tanzila; Nazwa Azzahra Jaelani
JINTACT: Journal of Interactive Communicaton, Public Relations and Broadcasting Vol. 2 No. 2 (2026): JINTACT: Journal of Interactive Communication, Public Relations, and Broadcasti
Publisher : Pena Ilmuwan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia karena berada pada kawasan Ring of Fire. Meningkatnya minat masyarakat, khususnya mahasiswa, terhadap aktivitas pendakian gunung belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman mengenai mitigasi bencana dan kesiapsiagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi risiko bencana alam pada pendaki pemula serta mengkaji peran komunikasi risiko berdasarkan model Crisis and Emergency Risk Communication (CERC). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap lima pendaki pemula di Kota Surabaya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko dibentuk oleh pengalaman pribadi, faktor emosional, paparan media, serta tingkat kepercayaan terhadap sumber informasi. Media sosial menjadi sumber informasi utama karena mudah diakses dan cepat, meskipun sumber resmi dinilai lebih kredibel. Penelitian juga menemukan bahwa komunikasi risiko yang diterima pendaki belum sepenuhnya mampu mendorong perilaku kesiapsiagaan. Penerapan prinsip-prinsip CERC menunjukkan bahwa komunikasi yang cepat, akurat, kredibel, empatik, dan mendorong tindakan nyata memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran risiko bencana pada pendaki pemula. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi komunikasi risiko berbasis komunitas yang lebih efektif.