ABSTRAKPendahuluan: Keberhasilan perawatan saluran akar (PSA) bergantung pada efektivitas eliminasi mikroorganisme dari saluran akar, salah satunya melalui penggunaan kalsium hidroksida [Ca(OH)₂] sebagai medikamen intrakanal. Enterococcus faecalis (E. faecalis) dan Candida albicans (C. albicans) sering dikaitkan dengan kegagalan PSA karena kemampuannya bertahan dalam saluran akar. Studi ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis efektivitas Ca(OH)₂ dibandingkan dengan medikamen lain terhadap E. faecalis dan/atau C. albicans berdasarkan penelitian-penelitian yang sudah ada sebelumnya. Metode: Penelitian tinjauan sistematis ini menggunakan pedoman PRISMA dan dilakukan menggunakan basis data PubMed, ScienceDirect, dan Web of Science dengan kata kunci yang telah ditentukan sesuai kriteria inklusi dan eksklusi serta publikasi dalam rentang waktu 2015-2025. Penilaian risk of bias dilakukan menggunakan QUIN Tool. Hasil: Terdapat 658 artikel yang didapatkan dan 15 artikel terpilih digunakan dalam tinjauan sistematis ini. Sebagian besar penelitian membandingkan Ca(OH)₂ tunggal terutama dalam bentuk pasta dibandingkan dengan medikamen lain. Simpulan: Medikamen Ca(OH)₂ memiliki efektivitas antimikroba yang lebih rendah terhadap E. faecalis dan C. albicans jika digunakan secara tunggal dibandingkan medikamen lainnya. Penggunaan secara kombinasi dengan medikamen lain seperti Ledermix, Odontopaste, Bioactive Glass S53P4, Silver Nano Particles, dan Gliserin 60% lebih efektif.KATA KUNCI: kalsium hidroksida, enterococcus faecalis, candida albicans, dental, medikamen intrakanalThe effect of calcium hydroxide medicament on Enterococcus faecalis and Candida albicans: a systematic reviewABSTRACTIntroduction: The success of root canal treatment is influenced by the effective elimination of microorganisms from the root canal, including through the use of calcium hydroxide [Ca(OH)₂] as an intracanal medicament. Enterococcus faecalis (E. faecalis) and Candida albicans (C. albicans) are frequently associated with RCT failure due to their ability to persist within the root canal. This study aimed to systematically review the effectiveness of Ca(OH)₂ compared to other medicaments against E. faecalis and/or C. albicans based on previously published studies. Methods: This systematic review was conducted according to the PRISMA guidelines and used three databases (PubMed, ScienceDirect, and Web of Science) with predetermined keywords and established inclusion and exclusion criteria. Studies published between 2015 and 2025 were considered for inclusion. Risk of bias assessment was conducted using the QUIN Tool. Results: A total of 658 articles were identified, of which 15 articles were included in this systematic review. Most studies compared Ca(OH)₂ used as a single medicament, primarily in paste form, with other intracanal medicaments. Conclusion: Ca(OH)₂ used as a single medicament demonstrated lower antimicrobial efficacy against E. faecalis and C. albicans than other medicaments. The combination of Ca(OH)₂ with other intracanal medicaments, such as Ledermix, Odontopaste, bioactive glass S53P4, silver nanoparticles, and 60% glycerin, was more effective.KEY WORDS: calcium hydroxide, enterococcus faecalis, candida albicans, dental, intracanal medicament