A. Jufri
IAIN Gorontalo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSTRUKSI TEOLOGIS AGENSI POLITIK PEREMPUAN: RELEVANSI NARASI QUR’ANIK RATU BILQIS DENGAN PERAN POLITIK PEREMPUAN BUGIS-MAKASSAR Rosmini Rosmini; A. Jufri
Al-Munir: Jurnal Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Al-Munir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Universitas Islam Negeri Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-munir.v6i2.3998

Abstract

Meskipun Sulawesi Selatan memiliki warisan budaya yang kaya terkait peran bangsawan perempuan dalam pemerintahan, kontestasi politik lokal kontemporer kerap memanfatkan interpretasi keagamaan konservatif untuk mendelegitimasi kepemimpinan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi teologi agensi politik perempuan melalui pembacaan komparatif intertekstual antara narasi Ratu Bilqis dalam Al-Qur'an dan rekam jejak kepemimpinan perempuan dalam tradisi politik lokal suku Bugis Makassar (seperti Siri’ dan peran Arung perempuan). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika teologi dan analisis sejarah kebudayaan, studi ini mengeksplorasi bagaimana teks keagamaan dan kearifan lokal saling berdialog dalam membentuk legitimasi kepemimpinan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dikotomi dalam diskursus politik: ketika aktor patriarkal kerap mempolitisasi pandangan teologis klasik yang membatasi peran perempuan, aktor progresif secara strategis mengartikulasikan karakter Ratu Bilqis, khususnya kearifan diplomatik, prinsip musyawarah (shūrah), dan otonomi politiknya untuk membangun kontra narasi tentang kepemimpinan Islam yang sah. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara nilai-nilai Ratu Bilqis dengan etos lokal Bugis Makassar (Siri’ na Pacce) melahirkan sinergi sosio keagamaan yang efektif meredam resistensi berbasis gender. Penelitian ini berkontribusi pada kajian feminisme Islam dan politik lokal dengan menunjukkan bagaimana narasi Al-Qur'an dapat menjadi instrumen emansipatif untuk meruntuhkan hambatan patriarkal dalam kontestasi politik modern.