Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan hama polifag yang mengakibatkan penurunan produksi. Pengendalian S. litura dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida nabati yang tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu contoh insektisida nabati adalah ekstrak etanol daun puding (Polyscias guilfoylei). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun P. guilfoylei terhadap mortalitas larva S. litura dan nilai LC50 ekstrak etanol daun P. guilfoylei terhadap larva S. litura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain RAL satu faktor. Konsentrasi ekstrak etanol daun P. guilfoylei yang digunakan yaitu 0,0; 2,5; 5,0; 7,5; 10,0; 12,5; 15.0; 17,5; 20,0; 22,5; 25,0; 27,5; dan 30,0%. S. litura yang digunakan adalah larva instar 2 berjumlah 15 larva setiap toples dengan tiga kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah larva S. litura yang mati pada 72 jam setelah perlakuan dan nilai LC50 ekstrak etanol daun P. guilfoylei. Analisis data menggunakan ANAVA untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun P. guilfoylei terhadap mortalitas larva S. litura dan analisis probit untuk menentukan nilai LC50 ekstrak etanol daun P. guilfoylei. Berdasarkan hasil ANAVA menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun P. guilfoylei berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva S. litura. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak etanol daun P. guilfoylei yang diberikan maka semakin tinggi pula mortalitas larva S. litura. Ekstrak etanol daun P. guilfoylei memiliki nilai LC50 pada konsentrasi 8,659%. Kata kunci : Ekstrak etanol daun Polyscias guilfoylei, LC50, Mortalitas, Spodoptera litura