Anggrek Dendrobium sp. merupakan tanaman hias bernilai ekonomi tinggi yang perbanyakannya secara konvensional relatif lambat, sehingga diperlukan teknik kultur jaringan untuk mendukung produksi bibit secara massal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kulit pisang ambon dan Benzyl Amino Purine (BAP) terhadap pertumbuhan tunas anggrek Dendrobium sp. secara in vitro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu ekstrak kulit pisang ambon (0; 45; dan 55 g/L) dan BAP (0; 0,5; 1; dan 1,5 ppm), yang diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi persentase hidup planlet pada 10 MST, waktu muncul tunas sejak awal penanaman hingga 10 MST, jumlah tunas dan jumlah daun setiap minggu pada 1–10 MST, serta tinggi tunas, jumlah akar, dan warna daun pada 10 MST. Data persentase hidup dianalisis menggunakan rumus persentase, data warna daun secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan ANAVA dua jalur dan dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh planlet memiliki persentase hidup 100%. Perlakuan BAP berpengaruh nyata terhadap waktu muncul tunas dan tinggi tunas, dengan hasil terbaik pada konsentrasi 1,5 ppm. Interaksi ekstrak kulit pisang ambon dan BAP berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, dengan jumlah tunas tertinggi diperoleh pada kombinasi P0B3 dan P2B3 sebesar 3,4 tunas. Perlakuan ekstrak kulit pisang ambon maupun BAP tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah akar dan jumlah daun. Disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kulit pisang ambon dan BAP berpotensi meningkatkan multiplikasi tunas anggrek Dendrobium sp. secara in vitro.Kata Kunci: Anggrek Dendrobium, BAP, ekstrak kulit pisang ambon, dan kultur jaringan.