Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi jumlah uang beredar (JUB) dan kurs terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana syariah di Indonesia menggunakan pendekatan Vector Error Correction Model (VECM). Penelitian menggunakan data time series bulanan periode Januari 2020 hingga Desember 2025 yang diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Analisis dilakukan melalui uji stasioneritas, penentuan lag optimum, uji stabilitas model, uji kausalitas Granger, uji kointegrasi Johansen, estimasi VECM, Impulse Response Function (IRF), dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel stasioner pada tingkat first difference dan memiliki hubungan kointegrasi jangka panjang. Hasil estimasi VECM menunjukkan bahwa kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap NAB reksadana syariah baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, sedangkan jumlah uang beredar berpengaruh positif namun tidak signifikan. Uji kausalitas Granger menunjukkan adanya hubungan kausalitas satu arah dari kurs terhadap jumlah uang beredar. Hasil IRF menunjukkan bahwa guncangan kurs dan jumlah uang beredar memberikan respons negatif terhadap NAB reksadana syariah dalam beberapa periode awal sebelum mencapai kondisi stabil. Sementara itu, hasil FEVD menunjukkan bahwa kurs memiliki kontribusi yang lebih besar dibandingkan jumlah uang beredar dalam menjelaskan variasi NAB reksadana syariah. Temuan ini mengindikasikan bahwa stabilitas nilai tukar merupakan faktor makroekonomi yang lebih dominan dalam memengaruhi kinerja reksadana syariah di Indonesia. Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar, Kurs, Nilai Aktiva Bersih, Reksadana Syariah