Siregar, Riski Gunawan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rancangan Penyuluhan Pembuatan Dan Pemanfaatan Bokashi Dari Limbah Eceng Gondok Untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah Pada Tanaman Melon (Cucumis Melo L) di Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang Bedagai Dwi Febrimeli; Retmono Agung Winarno; Siregar, Riski Gunawan; Febrimeli, Dwi; Winarno, Retmono Agung
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.5960

Abstract

Pemanfaatan sumber daya lokal melalui pengolahan limbah organik menjadi pupuk bokashi merupakan salah satu upaya mendukung pertanian berkelanjutan. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tersedia di saluran irigasi, rawa, dan badan air di Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan organik untuk kegiatan budidaya. Kegiatan ini bertujuan menyusun dan melaksanakan penyuluhan mengenai pemanfaatan limbah eceng gondok sebagai bokashi pada budidaya melon berdasarkan potensi wilayah dan kebutuhan petani. Kegiatan melibatkan 30 petani melon dan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, penyuluhan, serta demonstrasi pembuatan dan penerapan bokashi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi wilayah, karakteristik sasaran, tingkat penerimaan, serta penerapan inovasi oleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat penerimaan petani terhadap penyuluhan mencapai 81,38% dan termasuk kategori sangat setuju. Sebanyak 12 petani (40%) membuat bokashi secara mandiri, sedangkan 15 petani (50%) menerapkan bokashi pada budidaya melon. Kendala dalam pembuatan bokashi secara mandiri meliputi keterbatasan waktu, kesibukan usaha tani, belum terbiasanya petani mengolah limbah organik, dan kebiasaan menggunakan pupuk anorganik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dapat mendorong penerimaan dan penerapan awal pemanfaatan eceng gondok sebagai bokashi, tetapi pembuatan secara mandiri masih memerlukan pendampingan berkelanjutan. Extension Program Design for the Utilization of Water Hyacinth Waste as Bokashi in Melon Cultivation in Tanjung Beringin District Abstract The utilization of local resources through the processing of organic waste into bokashi fertilizer is one approach to supporting sustainable agriculture. Water hyacinth (Eichhornia crassipes) available in irrigation canals, swamps, and water bodies in Nagur Village, Tanjung Beringin District, Serdang Bedagai Regency, has not been optimally utilized as an organic material for agricultural activities. This activity aimed to design and implement an extension program on the utilization of water hyacinth waste as bokashi in melon cultivation based on local potential and farmers’ needs. The activity involved 30 melon farmers and was conducted through field observations, interviews, questionnaire distribution, extension activities, and demonstrations of bokashi production and application. Data were analyzed descriptively and quantitatively to describe regional conditions, participant characteristics, acceptance levels, and the application of the innovation by farmers. The results showed that farmers’ acceptance of the extension program reached 81.38%, categorized as very favorable. A total of 12 farmers (40%) independently produced bokashi, while 15 farmers (50%) applied bokashi in melon cultivation. The constraints to independent bokashi production included limited time, farming workload, farmers’ unfamiliarity with processing organic waste, and the habitual use of inorganic fertilizers. These findings indicate that the extension activity encouraged initial acceptance and application of water hyacinth as bokashi; however, independent production still requires continuous assistance.