Ketahanan pangan merupakan bagian penting dalam pembangunan masyarakat dan berkaitan dengan akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pengalaman praktik budidaya tanaman sayuran kepada ibu-ibu PKK Desa Tegalmojo, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan dilaksanakan pada 14–16 Agustus 2026 melalui penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung menggunakan tanaman kubis, cabai, dan terong. Kegiatan diikuti ibu-ibu PKK, perangkat desa, dan masyarakat sekitar; jumlah peserta tidak dapat dilaporkan secara kuantitatif karena tidak tercantum dalam catatan pelaksanaan yang tersedia. Evaluasi menggunakan observasi proses dan dokumentasi, tanpa pre-test dan post-test, sehingga capaian yang dilaporkan berfokus pada keterlaksanaan dan partisipasi, bukan peningkatan pengetahuan atau keterampilan secara kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa materi tersampaikan, diskusi berlangsung, demonstrasi diikuti peserta, dan peserta terlibat langsung dalam pemindahan serta penanaman bibit. Kegiatan memberikan dasar pengalaman praktik yang relevan untuk mendukung upaya ketahanan pangan. Dampak terhadap peningkatan produksi, keberlanjutan budidaya, dan hasil panen belum dievaluasi. Vegetable Cultivation Education to Support Food Security in Tegalmojo Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency Abstract Food security is an important component of community development and is related to access to sufficient, safe, nutritious, and sustainable food. This community service activity aimed to provide vegetable cultivation education and practical experience to women members of the Family Welfare Empowerment group (PKK) in Tegalmojo Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency. The activity was conducted from August 14 to 16, 2026 through educational sessions, discussions, demonstrations, and hands-on practice using cabbage, chili, and eggplant. The activity involved PKK members, village officials, and local residents; the number of participants could not be reported quantitatively because it was not recorded in the available implementation notes. Evaluation was based on process observation and documentation, without pre-test and post-test instruments; therefore, the reported achievements focus on implementation and participation rather than quantitative gains in knowledge or skills. The results showed that the materials were delivered, discussions were conducted, demonstrations were followed, and participants were directly involved in seedling transfer and planting. The activity provided practical experience relevant to supporting food security efforts. Its effects on increased production, sustained cultivation, and harvest outcomes were not evaluated.