German Oreng Ritan
English Language Education, Larantuka Teacher Training and Technology Institute

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPROVING STUDENTS’ ENGLISH GRAMMAR MASTERY BY USING ENGLISH GRAMMAR STAR APP OF TENTH GRADE STUDENTS AT SMK KATOLIK HENDRICUS LEVEN Maria Elisabeth Sogen; German Oreng Ritan; Ummi Qalsum Arif
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i4.15847

Abstract

This classroom action research was aimed at improving English grammar mastery specifically focusing on pronouns, possessives, adjectives, and adverbs among tenth-grade students at SMK Katolik Hendricus Leven through the implementation of the English Grammar Star App. In the preliminary diagnostic stage, students struggled with syntactic structures, yielding a low class average of 63.28 and a classical mastery rate of only 53.12%. To address this localized pedagogical issue, a two-cycle Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model (planning, acting, observing, and reflecting) was conducted with 32 students in Class X Pharmacy. Data were gathered through 40-item multiple-choice grammar achievement tests, structured observation checklists, and reflective field notes. The classical success criterion was pre-established at a minimum of 80% of students achieving the passing grade (Kriteria Ketuntasan Minimal / KKM) of 75. The findings revealed that the classical completion rate increased progressively from 53.12% in the pre-cycle baseline to 78.13% in Cycle I, and reached 81.25% (26 out of 32 students) in Cycle II, with the class mean score rising from 63.28 to 78.91. Concurrently, structured observational data demonstrated that active student participation rose from 46.88% at baseline to 84.38% in the final cycle. Within the boundaries of this single-class action research setting, the application served as an engaging digital scaffolding medium for contextualized grammar practice. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan tata bahasa Inggris—khususnya berfokus pada pronomina (pronouns), bentuk kepemilikan (possessives), kata sifat (adjectives), dan kata keterangan (adverbs) pada peserta didik kelas X di SMK Katolik Hendricus Leven melalui penerapan English Grammar Star App. Pada tahap diagnostik awal, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami struktur sintaksis, yang ditunjukkan oleh rendahnya nilai rata-rata kelas sebesar 63,28 dan tingkat ketuntasan klasikal yang hanya mencapai 53,12%. Untuk mengatasi permasalahan pedagogis lokal tersebut, desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart (perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi) dilakukan terhadap 32 peserta didik Kelas X Farmasi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar tata bahasa berupa 40 butir soal pilihan ganda, lembar observasi terstruktur, dan catatan lapangan reflektif. Kriteria keberhasilan klasikal ditetapkan terlebih dahulu, yaitu minimal 80% peserta didik mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketuntasan klasikal meningkat secara bertahap dari data dasar prasiklus sebesar 53,12% menjadi 78,13% pada Siklus I, dan mencapai 81,25% (26 dari 32 peserta didik) pada Siklus II, disertai peningkatan nilai rata-rata kelas dari 63,28 menjadi 78,91. Secara bersamaan, data observasi terstruktur mencatat bahwa partisipasi aktif peserta didik meningkat dari 46,88% pada kondisi awal menjadi 84,38% pada siklus akhir. Dalam batasan latar penelitian tindakan pada satu kelas ini, aplikasi tersebut terbukti menjadi media perancah digital (digital scaffolding) yang menarik untuk latihan tata bahasa secara kontekstual.    
THE USE OF THE WORD RELAY APP TO IMPROVE STUDENTS' VOCABULARY MASTERY OF VII GRADE STUDENTS AT SMPK ST. ISODORUS LEWOTALA Febronia Giasanti Tupat Lian; German Oreng Ritan; Christiyanti Abel
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v6i4.15853

Abstract

Vocabulary mastery constitutes a foundational linguistic pillar in English as a Foreign Language (EFL) education, yet seventh-grade students at SMPK St. Isodorus Lewotala consistently faced acute challenges in word retention and active classroom engagement. This classroom action research examined how the integration of the Word Relay App could improve students' vocabulary mastery and classroom participation across two instructional cycles. The participants comprised 20 seventh-grade students selected purposively during the ongoing academic year. Data were gathered through 30-item vocabulary achievement tests, structured observation checklists, and field notes over three weeks of classroom intervention. The quantitative data were analyzed by calculating individual means, median scores, and the classical mastery percentage against the school's Minimum Mastery Criterion (Kriteria Ketuntasan Minimal / KKM) of 75. The findings indicated progressive achievement, as the mean vocabulary score increased from 58.25 (25% mastery) in the pre-cycle to 74.50 (75% mastery) in Cycle I, and reached 82.25 (85% mastery) in Cycle II. Concurrently, systematic classroom observations documented marked behavioral shifts, with students' active engagement and learning confidence rising from 35.00% to 83.75%. In conclusion, the sequential game-based mechanics of the Word Relay App provided repetitive contextual exposure that meaningfully supported junior high school students' vocabulary acquisition. ABSTRAK Penguasaan kosakata merupakan pilar linguistik mendasar dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (English as a Foreign Language / EFL), namun peserta didik kelas VII di SMPK St. Isodorus Lewotala secara konsisten menghadapi kendala yang cukup berat dalam retensi kata serta keterlibatan aktif di kelas. Penelitian tindakan kelas ini mengkaji bagaimana integrasi aplikasi Word Relay dapat meningkatkan penguasaan kosakata dan partisipasi belajar peserta didik di kelas melalui dua siklus pembelajaran. Partisipan penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas VII yang dipilih secara purposif pada tahun ajaran yang sedang berjalan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar kosakata yang memuat 30 butir soal, lembar observasi terstruktur, dan catatan lapangan selama tiga minggu intervensi pembelajaran. Data kuantitatif dianalisis dengan menghitung rata-rata individu, nilai median, serta persentase ketuntasan klasikal berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah yaitu sebesar 75. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang progresif, di mana nilai rata-rata kosakata meningkat dari 58,25 (ketuntasan 25%) pada prasiklus menjadi 74,50 (ketuntasan 75%) pada Siklus I, dan mencapai 82,25 (ketuntasan 85%) pada Siklus II. Secara bersamaan, observasi kelas yang terstruktur mencatat perubahan perilaku yang nyata, dengan meningkatnya keterlibatan aktif dan rasa percaya diri peserta didik dari 35,00% menjadi 83,75%. Kesimpulannya, mekanisme berbasis permainan beruntun pada aplikasi Word Relay memberikan paparan kontekstual secara berulang yang mendukung pemerolehan kosakata peserta didik tingkat sekolah menengah pertama secara bermakna.