This classroom action research was aimed at improving English grammar mastery specifically focusing on pronouns, possessives, adjectives, and adverbs among tenth-grade students at SMK Katolik Hendricus Leven through the implementation of the English Grammar Star App. In the preliminary diagnostic stage, students struggled with syntactic structures, yielding a low class average of 63.28 and a classical mastery rate of only 53.12%. To address this localized pedagogical issue, a two-cycle Classroom Action Research (CAR) design based on the Kemmis and McTaggart model (planning, acting, observing, and reflecting) was conducted with 32 students in Class X Pharmacy. Data were gathered through 40-item multiple-choice grammar achievement tests, structured observation checklists, and reflective field notes. The classical success criterion was pre-established at a minimum of 80% of students achieving the passing grade (Kriteria Ketuntasan Minimal / KKM) of 75. The findings revealed that the classical completion rate increased progressively from 53.12% in the pre-cycle baseline to 78.13% in Cycle I, and reached 81.25% (26 out of 32 students) in Cycle II, with the class mean score rising from 63.28 to 78.91. Concurrently, structured observational data demonstrated that active student participation rose from 46.88% at baseline to 84.38% in the final cycle. Within the boundaries of this single-class action research setting, the application served as an engaging digital scaffolding medium for contextualized grammar practice. ABSTRAK Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan tata bahasa Inggris—khususnya berfokus pada pronomina (pronouns), bentuk kepemilikan (possessives), kata sifat (adjectives), dan kata keterangan (adverbs) pada peserta didik kelas X di SMK Katolik Hendricus Leven melalui penerapan English Grammar Star App. Pada tahap diagnostik awal, peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami struktur sintaksis, yang ditunjukkan oleh rendahnya nilai rata-rata kelas sebesar 63,28 dan tingkat ketuntasan klasikal yang hanya mencapai 53,12%. Untuk mengatasi permasalahan pedagogis lokal tersebut, desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dua siklus yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart (perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi) dilakukan terhadap 32 peserta didik Kelas X Farmasi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar tata bahasa berupa 40 butir soal pilihan ganda, lembar observasi terstruktur, dan catatan lapangan reflektif. Kriteria keberhasilan klasikal ditetapkan terlebih dahulu, yaitu minimal 80% peserta didik mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketuntasan klasikal meningkat secara bertahap dari data dasar prasiklus sebesar 53,12% menjadi 78,13% pada Siklus I, dan mencapai 81,25% (26 dari 32 peserta didik) pada Siklus II, disertai peningkatan nilai rata-rata kelas dari 63,28 menjadi 78,91. Secara bersamaan, data observasi terstruktur mencatat bahwa partisipasi aktif peserta didik meningkat dari 46,88% pada kondisi awal menjadi 84,38% pada siklus akhir. Dalam batasan latar penelitian tindakan pada satu kelas ini, aplikasi tersebut terbukti menjadi media perancah digital (digital scaffolding) yang menarik untuk latihan tata bahasa secara kontekstual.
Copyrights © 2026