Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Antisipasi Ancaman Cyberbullying Melalui Arsitektur Jaringan Telekomunikasi Cerdas Adi Affandi Rotib; Silviana Windasari; Abdurohman Abdurohman; Mardiyan Dama
Jurnal Komputer dan Elektro Sains Vol. 4 No. 1 (2026): komets
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/komets.v4i1.718

Abstract

Perkembangan jaringan telekomunikasi 5G dan penerapan End-to-End Encryption (E2EE) meningkatkan kapasitas, kecepatan, dan privasi komunikasi digital, tetapi membatasi akses terhadap muatan pesan yang digunakan dalam moderasi konten dan deteksi cyberbullying. Penelitian ini bertujuan menganalisis literatur dan merumuskan arsitektur konseptual jaringan telekomunikasi cerdas yang mengintegrasikan Mobile Edge Computing (MEC), Federated Learning (FL), dan Encrypted Traffic Analysis (ETA). Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap studi mengenai deteksi cyberbullying, analisis trafik terenkripsi, komputasi tepi, dan pembelajaran mesin terdistribusi. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa MEC mendukung pemrosesan dan inferensi lebih dekat dengan pengguna sehingga berpotensi mengurangi latensi, sedangkan FL memungkinkan pembelajaran model terdistribusi tanpa memusatkan data mentah pengguna. ETA dapat melengkapi mekanisme tersebut dengan menganalisis karakteristik statistik dan pola trafik terenkripsi sebagai indikator risiko pada tingkat jaringan, tetapi tidak digunakan untuk menentukan konteks cyberbullying secara langsung. Model deep learning, seperti CNN-BiLSTM dan BERT, dapat digunakan sebagai komponen klasifikasi pada perangkat atau lingkungan edge yang memiliki akses sah terhadap fitur sebelum proses enkripsi. Kontribusi utama kajian ini adalah merumuskan arsitektur konseptual MEC–FL–ETA yang menghubungkan pemrosesan berlatensi rendah, pembelajaran terdistribusi, dan analisis trafik terenkripsi dalam kerangka mitigasi cyberbullying yang mempertimbangkan privasi pengguna. Arsitektur tersebut diselaraskan dengan kerangka regulasi Indonesia, khususnya UU No. 1 Tahun 2024 dan Permenkominfo No. 5 Tahun 2020 sebagaimana diubah dengan Permenkominfo No. 10 Tahun 2021.
Evolusi Protokol HTTP pada Layanan Web Modern: Kajian Komparatif HTTP/1.1, HTTP/2, dan HTTP/3 (QUIC) Ade Frihadi; Silviana Windasari; Abdurohman Abdurohman; Mardiyan Dama
Jurnal Komputer dan Elektro Sains Vol. 4 No. 1 (2026): komets
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/komets.v4i1.719

Abstract

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) merupakan protokol komunikasi pada lapisan aplikasi yang menjadi fondasi pertukaran informasi di World Wide Web. Peningkatan kompleksitas layanan web mendorong evolusi HTTP dari HTTP/1.1 menuju HTTP/2 dan HTTP/3 untuk mendukung komunikasi data yang lebih cepat, efisien, dan aman. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan ketiga versi HTTP berdasarkan protokol transport, mekanisme multiplexing, keamanan, latensi, dan respons terhadap packet loss. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menganalisis dokumen standar Internet Engineering Task Force (IETF), buku referensi jaringan komputer, dokumentasi teknis, dan hasil penelitian terdahulu mengenai HTTP dan QUIC. Hasil kajian menunjukkan bahwa HTTP/1.1 berbasis Transmission Control Protocol (TCP) memiliki kompatibilitas yang luas, tetapi kurang efisien dalam menangani beberapa permintaan secara bersamaan. HTTP/2 tetap menggunakan TCP, tetapi meningkatkan efisiensi transmisi melalui multiplexing dan kompresi header; namun, packet loss pada lapisan transport masih dapat menyebabkan Head-of-Line Blocking yang memengaruhi seluruh aliran dalam satu koneksi. Sementara itu, berdasarkan penelitian terdahulu yang dikaji, HTTP/3 menggunakan QUIC berbasis User Datagram Protocol (UDP), mengintegrasikan Transport Layer Security (TLS) 1.3, mendukung multiplexing independen antaraliran, serta berpotensi mempercepat pembentukan koneksi dan membatasi dampak packet loss pada aliran data lainnya. Dengan demikian, HTTP/3 menawarkan keunggulan arsitektural dalam mendukung layanan web modern, khususnya pada jaringan dengan latensi dan packet loss yang tinggi. Meskipun demikian, efektivitas dan tingkat adopsinya tetap dipengaruhi oleh kondisi jaringan, kesiapan infrastruktur, konfigurasi sistem, dan dukungan perangkat lunak.