Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evolusi Protokol HTTP pada Layanan Web Modern: Kajian Komparatif HTTP/1.1, HTTP/2, dan HTTP/3 (QUIC) Ade Frihadi; Silviana Windasari; Abdurohman Abdurohman; Mardiyan Dama
Jurnal Komputer dan Elektro Sains Vol. 4 No. 1 (2026): komets
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/komets.v4i1.719

Abstract

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) merupakan protokol komunikasi pada lapisan aplikasi yang menjadi fondasi pertukaran informasi di World Wide Web. Peningkatan kompleksitas layanan web mendorong evolusi HTTP dari HTTP/1.1 menuju HTTP/2 dan HTTP/3 untuk mendukung komunikasi data yang lebih cepat, efisien, dan aman. Artikel ini bertujuan mengkaji perkembangan ketiga versi HTTP berdasarkan protokol transport, mekanisme multiplexing, keamanan, latensi, dan respons terhadap packet loss. Penelitian menggunakan metode literature review dengan menganalisis dokumen standar Internet Engineering Task Force (IETF), buku referensi jaringan komputer, dokumentasi teknis, dan hasil penelitian terdahulu mengenai HTTP dan QUIC. Hasil kajian menunjukkan bahwa HTTP/1.1 berbasis Transmission Control Protocol (TCP) memiliki kompatibilitas yang luas, tetapi kurang efisien dalam menangani beberapa permintaan secara bersamaan. HTTP/2 tetap menggunakan TCP, tetapi meningkatkan efisiensi transmisi melalui multiplexing dan kompresi header; namun, packet loss pada lapisan transport masih dapat menyebabkan Head-of-Line Blocking yang memengaruhi seluruh aliran dalam satu koneksi. Sementara itu, berdasarkan penelitian terdahulu yang dikaji, HTTP/3 menggunakan QUIC berbasis User Datagram Protocol (UDP), mengintegrasikan Transport Layer Security (TLS) 1.3, mendukung multiplexing independen antaraliran, serta berpotensi mempercepat pembentukan koneksi dan membatasi dampak packet loss pada aliran data lainnya. Dengan demikian, HTTP/3 menawarkan keunggulan arsitektural dalam mendukung layanan web modern, khususnya pada jaringan dengan latensi dan packet loss yang tinggi. Meskipun demikian, efektivitas dan tingkat adopsinya tetap dipengaruhi oleh kondisi jaringan, kesiapan infrastruktur, konfigurasi sistem, dan dukungan perangkat lunak.
Pendampingan Penyusunan SOP Preventive Maintenance Perangkat Studio Penyiaran Silviana Windasari; Mardiyan Dama; Luthfiyyatun Mardiyah; Ria Putri Sunaryo; Muhamad Dzaky Ashidqi; Bayu Bagaskoro; Ade Frihadi; Adi Affandi Rotib
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v3i1.705

Abstract

Kelancaran kegiatan produksi dan penyiaran sangat dipengaruhi oleh kondisi dan keandalan perangkat studio. Berdasarkan hasil observasi awal pada mitra, kegiatan pemeliharaan perangkat penyiaran masih banyak dilakukan berdasarkan pengalaman teknisi dan belum didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) preventive maintenance, jadwal pemeliharaan berkala, serta dokumentasi pemeliharaan yang terstruktur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi mitra dalam menyusun dan menerapkan SOP preventive maintenance perangkat studio penyiaran sesuai dengan kebutuhan operasional. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan penyusunan SOP, uji coba, validasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa telah tersusun 1 dokumen SOP preventive maintenance yang mencakup 4 kelompok perangkat, yaitu perangkat audio, video, transmisi, dan perangkat pendukung. SOP dilengkapi dengan jadwal pemeliharaan dalam 4 periode, yaitu harian, mingguan, bulanan, dan tahunan, serta 1 format pencatatan kegiatan pemeliharaan. Implementasi awal menunjukkan bahwa SOP dapat diterapkan oleh teknisi dan operator, dengan beberapa penyesuaian pada waktu pelaksanaan pemeliharaan dan pembagian tugas personel. Kegiatan ini menghasilkan perangkat pengelolaan pemeliharaan yang lebih terstruktur dan terdokumentasi serta menjadi dasar bagi mitra dalam melaksanakan preventive maintenance secara lebih konsisten.