Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi segi empat disebabkan oleh bahan ajar yang belum memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan LKPD materi segi empat berbasis Problem-Based Learning dengan konteks Lapangan Merdeka Bintuhan yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII SMPN 19 Kaur sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi, angket kepraktisan dan tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data meliputi analisis data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Skor hasil validasi oleh ahli materi sebesar 0,97, ahli media sebesar 0,98, dan ahli bahasa sebesar 0,92 yang seluruhnya memenuhi kriteria sangat valid. Dari segi kepraktisan oleh guru diperoleh skor 91,9% dan dari peserta didik diperoleh skor 90,6% yang seluruhnya memenuhi kriteria sangat praktis. Keefektifan LKPD dianalisis menggunakan persentase ketuntasan belajar, paired t-test, dan N-Gain. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 90% peserta didik mencapai ketuntasan belajar. Selanjutnya hasil paired t-test menunjukkan p-value , artinya terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik sebelum dan setelah penggunaan LKPD. Hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,70067 berkategori tinggi. Dengan demikian, LKPD PBL konteks Lapangan Merdeka Bintuhan memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dan perlu dianalisis lebih mendalam dalam pengujian yang melibatkan kelas kontrol atau kelas eksperimen lainnya.  This study was motivated by the low problem-solving ability of students in quadrilateral topics due to teaching materials that had not adequately facilitated problem-solving skills. This study aimed to develop a valid, practical, and effective Problem-Based Learning (PBL)-based Student Worksheet (LKPD) using the Lapangan Merdeka Bintuhan context. The study employed Research and Development (R&D) using the ADDIE model. The subjects were 30 eighth-grade students of SMPN 19 Kaur. The instruments included validation sheets, practicality questionnaires, and problem-solving ability tests. The validity results obtained scores of 0.97 from the material expert, 0.98 from the media expert, and 0.92 from the language expert, which were categorized as very valid. The practicality results obtained scores of 91.9% from the teacher and 90.6% from the students, which were categorized as very practical. The effectiveness of the LKPD was analyzed using the percentage of learning mastery, a paired t-test, and N-Gain. The effectiveness analysis showed that 90% of students achieved learning mastery, the paired t-test yielded a p-value of 0.000 < 0.05, and the N-Gain score was 0.70067, categorized as high. Thus, the PBL LKPD was categorized as effective and showed potential for improving students’ problem-solving ability. Further research was needed with a control or other experimental class.