Soleh, M Nadzir
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI GRUP DIHEDRAL PADA ORNAMEN MASJID MUNGSOLKANAS BANDUNG: SEBUAH STUDI ETNOMATEMATIKA Suhaedi, Didi; Soleh, M Nadzir; Purniati, Tia
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 3 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v15i3.16789

Abstract

Matematika sering dipandang sebagai ilmu yang abstrak dan terpisah dari kehidupan sehari-hari, sehingga keterkaitannya dengan budaya sering kurang disadari. Padahal, matematika hadir dalam berbagai bentuk budaya, salah satunya melalui pola geometri pada ornamen masjid. Pola-pola tersebut menunjukkan keteraturan yang dapat dianalisis menggunakan konsep teori grup untuk mengungkap struktur matematis yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur grup dihedral pada ornamen Masjid Mungsolkanas Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi, dengan lokasi penelitian di Masjid Mungsolkanas, Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kerangka kerja etnomatematika ini menggunakan empat pertanyaan kunci, yaitu: “Dari mana pengamatan dilakukan?”, "Bagaimana proses pengamatan dilakukan?”, "Apa hasil pengamatan tersebut?”, dan “Apa artinya?”. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data melalui teknik triangulasi, yaitu wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen Masjid Mungsolkanas mengandung struktur grup dihedral D6. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan antara nilai estetika ornamen Masjid Mungsolkanas dengan representasi konsep aljabar dalam budaya lokal. Hasil penelitian ini tidak hanya memperluas kajian matematika, tetapi juga memperkuat perspektif etnomatematika melalui eksplorasi pola dan struktur matematis pada ornamen masjid. Dengan demikian, konsep matematika yang bersifat abstrak dapat dipahami dalam konteks budaya yang lebih nyata dan terintegrasi dengan kearifan lokal.   Mathematics is often viewed as an abstract discipline disconnected from everyday life, so its connection to culture is frequently overlooked. In fact, mathematics is present in various cultural forms, one of which is through the geometric patterns found in mosque ornamentation. These patterns exhibit regularities that can be analyzed using concepts from group theory to reveal the mathematical structures they contain. This study aims to explore dihedral group structures in Mungsolkanas Bandung Mosque ornamentation. The method used in this study is ethnography, with the research site located at the Mungsolkanas Mosque in Bandung, West Java, Indonesia. This ethnomathematics framework employs four key questions: “From where is the observation made?”, “How is the observation process conducted?”, “What are the results of the observation?”, and “What does it mean?”. The researcher serves as the primary instrument in data collection through triangulation techniques, namely interviews, observation, and literature review. Data analysis was conducted in three stages: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results indicate that the ornaments of the Mungsolkanas Mosque contain a D6 dihedral group structure. This finding suggests a connection between the aesthetic value of the Mungsolkanas Mosque’s ornaments and the representation of algebraic concepts within local culture. The results of this study not only expand the scope of mathematical research but also strengthen the ethnomathematics perspective through the exploration of mathematical patterns and structures in mosque ornamentation. Thus, abstract mathematical concepts can be understood within a more tangible cultural context and integrated with local wisdom.