Wahyu Wijayati
Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Posyandu Lansia dalam Pengendalian Osteoartritis melalui Terapi Injeksi Intraartikuler di Pondok Osteoartritis Larasati : Empowerment of Elderly Posyandu in Osteoarthritis Management through Intra-Articular Injection Therapy at Larasati Osteoarthritis Center Ibrahim Njoto; Candra Rini Hasanah Putri; Andra Agnez Al Aska; Deddy Hartanto; Wahyu Wijayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2026): JPM September 2026
Publisher : UPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jpm.v12i2.3115

Abstract

Osteoartritis (OA) merupakan masalah kesehatan yang sering dialami lansia dan berdampak pada nyeri sendi, keterbatasan aktivitas, serta penurunan kualitas hidup. Permasalahan utama di masyarakat adalah rendahnya pengetahuan lansia tentang OA dan terbatasnya akses terhadap terapi yang efektif, khususnya injeksi intraartikuler yang belum ditanggung oleh BPJS. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan lansia, memperkuat peran kader Posyandu, serta memperluas akses terapi OA berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan OA, pelatihan kader Posyandu sebagai pendidik sebaya, skrining nyeri sendi, serta pemberian terapi injeksi intraartikuler secara gratis melalui pembentukan Pondok Osteoartritis di Posyandu Lansia “Larasati”. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia dan keterampilan mengelola faktor risiko OA hingga ?70%, disertai penurunan keluhan nyeri dan keterbatasan aktivitas sekitar 20%. Selain itu, minimal 30% lansia memperoleh akses terapi injeksi intraartikuler, serta terjadi peningkatan peran kader dalam edukasi dan pendampingan pascaterapi. Kesimpulan kegiatan ini efektif mendukung pengendalian osteoartritis pada lansia berbasis Posyandu. Rekomendasi penguatan kapasitas kader dan keberlanjutan Pondok Osteoartritis perlu dikembangkan melalui kolaborasi dengan layanan kesehatan primer.