ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan karena dapat berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kemampuan belajar, serta produktivitas anak pada masa mendatang. Pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memerlukan penerapan pola asuh yang tepat, terutama pada periode awal kehidupan anak. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam menentukan praktik pemberian makan, kebersihan, kesehatan, stimulasi, serta pola pengasuhan balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola asuh sehat sebagai upaya mendukung pencegahan stunting di Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Akper Pemkab Ngawi menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pemberian kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pengalaman dan permasalahan dalam pengasuhan balita. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas ibu balita peserta program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), petugas BKKBN, petugas puskesmas, kader kesehatan, dan perangkat desa. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi tahun 2024, prevalensi stunting mengalami penurunan dari 17,3% pada tahun 2023 menjadi 11,4% pada tahun 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan gizi balita, pemilihan makanan bergizi seimbang, praktik pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang, serta pentingnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. Tingginya partisipasi dan antusiasme peserta selama diskusi menunjukkan adanya keterlibatan aktif dalam proses edukasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran ibu dan keluarga dalam pencegahan stunting serta mendukung keberlanjutan program kesehatan melalui kolaborasi antara keluarga, kader, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan lintas sektor.