ABSTRACT Students transitioning from late adolescence to early adulthood encounter increasingly diverse academic, social, and personal demands, making confidence in their own abilities a relevant aspect of navigating university life. In this context, parenting styles are considered one of the environmental experiences that may be associated with the development of individuals’ beliefs in their capabilities. This study aimed to analyze the relationship between parenting styles and self-efficacy among students of the Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, cohort 2022. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 1,516 students, while the sample included 316 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed descriptively and using the Spearman Rank correlation test. The results indicated that parenting styles were categorized as moderate, whereas students’ self-efficacy was categorized as high. The correlation test produced a significance value of 0.455, which was greater than 0.05, indicating no significant relationship between parenting styles and students’ self-efficacy. These findings suggest that, within the context of this study, variations in students’ self-efficacy were not significantly associated with the parenting styles they experienced. ABSTRAK Mahasiswa pada masa transisi dari remaja akhir menuju dewasa awal menghadapi tuntutan akademik, sosial, dan personal yang semakin beragam sehingga keyakinan terhadap kemampuan diri menjadi salah satu aspek yang relevan dalam menjalani kehidupan perkuliahan. Dalam konteks tersebut, pola asuh orang tua dipandang sebagai salah satu pengalaman lingkungan yang dapat berkaitan dengan perkembangan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan self-efficacy mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.516 mahasiswa, sedangkan sampel terdiri atas 316 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif serta menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berada pada kategori sedang, sedangkan self-efficacy mahasiswa berada pada kategori tinggi. Pengujian korelasi menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,455, lebih besar daripada 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan self-efficacy mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks penelitian ini, variasi self-efficacy mahasiswa tidak berkaitan secara signifikan dengan pola asuh orang tua yang diterima.