Rezky Aditya Anugrah
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SELF-EFFICACY MAHASISWA SUKU BANJAR: SEBUAH STUDI ANALISIS KOMPARATIF DITINJAU DARI GENDER Rezky Aditya Anugrah; Aziza Fitriah; Dyta Setiawati Hariyono
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.14905

Abstract

ABSTRACT The dynamics of college life require early adult students to possess robust mental resilience in facing various academic and social pressures. This comparative quantitative study was designed to examine whether differences exist in the levels of General Self-Efficacy between male and female Banjar undergraduate students. Field data collection was structurally executed in April 2026, involving two hundred respondents recruited through a purposive sampling technique. The psychological construct was measured using the standardized General Self-Efficacy Scale (GSES) with its validated Indonesian adaptation. All numerical data distributions were subsequently analyzed using an independent samples t-test procedure via the JASP software. Empirical findings demonstrate no significant score disparity between the two gender groups, as evidenced by a significance value of 0.891, which exceeds the conventional error threshold. This figure confirms that gender is not a primary determinant in building students' self-belief. The contribution of this research lies in expanding cross-gender psychological mapping within the cultural framework of the Banjar ethnic group, while providing a foundation for educational institutions to design inclusive mental capacity-building strategies. ABSTRAK Dinamika kehidupan perkuliahan menuntut mahasiswa dewasa awal untuk memiliki ketahanan mental yang kokoh dalam menghadapi ragam tekanan akademik maupun sosial. Penyelidikan kuantitatif berdesain komparatif ini digagas untuk menguji ada tidaknya perbedaan tingkat General Self-Efficacy antara mahasiswa laki-laki dan perempuan suku Banjar. Pengambilan data lapangan telah dieksekusi secara terstruktur pada bulan April 2026, dengan melibatkan dua ratus responden yang direkrut melalui teknik purposive sampling. Pengukuran konstruk psikologis tersebut menggunakan instrumen baku General Self-Efficacy Scale (GSES) yang adaptasi bahasa Indonesianya telah teruji. Seluruh sebaran data angka kemudian diuji melalui prosedur statistik independent samples t-test dengan bantuan perangkat lunak JASP. Temuan empiris membuktikan bahwa tidak terdapat disparitas skor yang bermakna antara kedua kelompok gender, terbukti dari nilai signifikansi sebesar 0,891 yang berada di atas ambang batas kesalahan konvensional. Angka tersebut menegaskan bahwa faktor jenis kelamin tidak menjadi penentu utama dalam membangun keyakinan diri mahasiswa. Kontribusi riset ini terletak pada perluasan pemetaan psikologis lintas gender dalam bingkai kultural suku Banjar, yang sekaligus memberi pijakan bagi institusi pendidikan untuk merancang strategi penguatan kapasitas mental secara inklusif.