Inas Faidah Nabilah
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KECENDERUNGAN ALEXITHYMIA TERHADAP LONELINESS PADA EMERGING ADULTHOOD Inas Faidah Nabilah; Nanda Audia Vrisaba
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.15764

Abstract

ABSTRACT Loneliness is a psychological experience that may arise when individuals perceive that their social relationships do not adequately fulfill their need for connectedness during emerging adulthood. One psychological characteristic relevant to this context is alexithymia, which refers to difficulties in identifying and expressing emotional experiences accurately. This study aimed to examine the predictive relationship between alexithymia and loneliness among individuals in emerging adulthood in Indonesia. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 325 participants aged 18–29 years who were selected through purposive sampling. Data were collected using the Toronto Alexithymia Scale-20 (TAS-20) and the UCLA Loneliness Scale. The data were analyzed using simple linear regression to examine the predictive relationship between the two variables. The results indicated a positive and significant predictive relationship between alexithymia and loneliness (β = 0.550; p < 0.001), with an R² value of 0.302. This finding indicates that alexithymia accounted for 30.2% of the variance in loneliness scores within the research model. Thus, difficulties in processing and communicating emotional experiences were associated with variations in loneliness among individuals in emerging adulthood. These findings provide empirical evidence regarding the relationship between the two constructs in the Indonesian context and may serve as a consideration for psychological research and services addressing emotional processing and interpersonal connectedness. ABSTRAK Loneliness merupakan pengalaman psikologis yang dapat muncul ketika individu memandang hubungan sosial yang dimilikinya belum memenuhi kebutuhan akan keterhubungan pada fase emerging adulthood. Salah satu karakteristik psikologis yang relevan dalam konteks tersebut adalah alexithymia, yaitu kesulitan mengenali dan mengungkapkan pengalaman emosional secara tepat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan prediktif antara alexithymia dan loneliness pada individu dalam fase emerging adulthood di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan melibatkan 325 partisipan berusia 18–29 tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Toronto Alexithymia Scale-20 (TAS-20) dan UCLA Loneliness Scale. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengidentifikasi hubungan prediktif antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan prediktif positif dan signifikan antara alexithymia dan loneliness (β = 0,550; p < 0,001), dengan nilai R² sebesar 0,302. Temuan tersebut menunjukkan bahwa alexithymia menjelaskan 30,2% variasi skor loneliness dalam model penelitian. Dengan demikian, karakteristik kesulitan dalam memproses dan mengomunikasikan pengalaman emosional berkaitan dengan variasi pengalaman loneliness pada individu emerging adulthood. Temuan ini memberikan bukti empiris mengenai keterkaitan kedua konstruk dalam konteks Indonesia dan dapat menjadi pertimbangan dalam pengembangan kajian maupun layanan psikologis yang memperhatikan aspek pemrosesan emosi dan keterhubungan interpersonal.