Fevi Rahmawati Suwanto
Universitas Negeri Medan, Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Ambatig sebagai Media Pembelajaran Digital untuk Diversifikasi Desain Batik pada Pendidikan Vokasi Dinda Kartika; Debi Yandra Niska; Misgiya Misgiya; Didi Febrian; Insan Taufik; Fevi Rahmawati Suwanto; Kana Saputra S; Nurul Maulida Surbakti; Hamidah Nasution
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): September
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i2.920

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dan siswa, mempercepat perancangan motif, serta memperluas diversifikasi desain batik melalui aplikasi Ambatig. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Berastagi dengan melibatkan 50 peserta, terdiri atas 10 guru dan 40 siswa Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. Metode mencakup lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Data diperoleh melalui observasi, penilaian portofolio, pencatatan waktu perancangan, dan angket 15 pernyataan berskala Likert. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan sedikitnya satu desain digital secara mandiri dan lebih dari tiga variasi dari satu motif dasar. Seluruh desain yang diuji menampilkan pengulangan yang rapi, presisi, dan beragam, sedangkan satu rancangan digital dapat diselesaikan dalam 45–60 menit. Evaluasi menghasilkan rerata 4,86 dari skala 5 dengan 98,7% respons positif. Ambatig telah diintegrasikan dalam tiga pertemuan pembelajaran desain batik. Temuan ini menunjukkan bahwa Ambatig mendukung keterampilan digital, produktivitas kreatif, kualitas perancangan motif, dan penerapan pembelajaran batik berbasis teknologi serta mendukung eksplorasi desain berbasis budaya lokal Karo. Hasil ini menegaskan potensi Ambatig sebagai media pembelajaran kontekstual, efisien, terukur, dan berkelanjutan di SMK.