Debi Yandra Niska
Universitas Negeri Medan, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Sistem Informasi Peminjaman, Pengembalian, dan Inventarisasi Alat Laboratorium Berbasis Web dengan Menggunakan Model Waterfall Yunanda Rizki Sitompul; Triwanti Andini Hutasoit; Claudia Agatha Tarigan; Debi Yandra Niska
Bulletin of Computer Science Research Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bulletincsr.v6i1.876

Abstract

Procedural inefficiency is a major challenge in administering laboratory equipment loans in academic environments, where paper-based processes are prone to recording errors and inventory data discrepancies. This condition directly impacts low asset accountability and the inability to monitor equipment availability status in real-time. This research focuses on the design and implementation of a website-based Laboratory Equipment Loan Information System (SIPINLAB) to provide an efficient, centralized, and accountable digital solution. The system development methodology uses the Waterfall Model approach, which is executed sequentially through the stages of requirements analysis, design, implementation, and testing. The technical implementation of SIPINLAB utilizes the PHP Native programming language and the MySQL database management system. The main findings of this study were confirmed through validation of the system's functionality using Black Box Testing in five main scenarios. The test results showed a 100% functional success rate, confirming that the system operates fully according to design specifications. This success validates the performance of SIPINLAB's crucial features, including the integration of automatic penalty calculations based on late returns and a real-time stock control mechanism that ensures data consistency. Overall, SIPINLAB successfully met its research objectives by transforming the manual loan process into a computerized one. This system's contribution minimizes the potential for human error and significantly improves laboratory asset management accountability through centralized, accurate, and valid transaction data.
Integrasi Ambatig sebagai Media Pembelajaran Digital untuk Diversifikasi Desain Batik pada Pendidikan Vokasi Dinda Kartika; Debi Yandra Niska; Misgiya Misgiya; Didi Febrian; Insan Taufik; Fevi Rahmawati Suwanto; Kana Saputra S; Nurul Maulida Surbakti; Hamidah Nasution
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): September
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v6i2.920

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital guru dan siswa, mempercepat perancangan motif, serta memperluas diversifikasi desain batik melalui aplikasi Ambatig. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 1 Berastagi dengan melibatkan 50 peserta, terdiri atas 10 guru dan 40 siswa Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. Metode mencakup lima tahap: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan. Data diperoleh melalui observasi, penilaian portofolio, pencatatan waktu perancangan, dan angket 15 pernyataan berskala Likert. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan sedikitnya satu desain digital secara mandiri dan lebih dari tiga variasi dari satu motif dasar. Seluruh desain yang diuji menampilkan pengulangan yang rapi, presisi, dan beragam, sedangkan satu rancangan digital dapat diselesaikan dalam 45–60 menit. Evaluasi menghasilkan rerata 4,86 dari skala 5 dengan 98,7% respons positif. Ambatig telah diintegrasikan dalam tiga pertemuan pembelajaran desain batik. Temuan ini menunjukkan bahwa Ambatig mendukung keterampilan digital, produktivitas kreatif, kualitas perancangan motif, dan penerapan pembelajaran batik berbasis teknologi serta mendukung eksplorasi desain berbasis budaya lokal Karo. Hasil ini menegaskan potensi Ambatig sebagai media pembelajaran kontekstual, efisien, terukur, dan berkelanjutan di SMK.