Penelitian ini menyelidiki pengaruh digital leadership terhadap innovative work behavior, melalui work engagement sebagai variabel mediasi, di kalangan karyawan perusahaan di Kabupaten Semarang. Penelitian ini didasari teori Job Demands and Resources (JD-R), yang menyatakan bahwa sumber daya kerja yang memadai dapat meningkatkan work engagement karyawan dan dengan demikian mendorong munculnya innovative work behavior. Metode penelitian kuantitatif digunakan dengan melibatkan 90 responden survei karyawan aktif dengan pengalaman kerja minimal satu tahun dan bekerja di lingkup Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang telah disusun secara sistematis, kemudian data tersebut diolah menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4.0. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa digital leadership memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap innovative work behavior dan work engagement. Selain itu, work engagement terbukti berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara digital leadership dan innovative work behavior, di mana work engagement itu sendiri juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior. Hasil daripada analisis deskriptif menunjukkan ketiga variabel tersebut termasuk dalam kategori atas. Hal tersebut menunjukkan bahwa implementasi digital leadership yang efektif dapat meningkatkan perilaku kerja inovatif secara langsung dan tidak langsung melalui peningkatan dalam hubungan kerja. Bukti empiris ini semakin mendukung hipotesis JD-R dan memberikan implikasi yang bermanfaat bagi perusahaan yang berupaya mengembangkan digital leadership sebagai sarana untuk meningkatkan work engagement dan innovative work behavior karyawan