This Author published in this journals
All Journal Empiricism Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Menimbang Kenusantaraan Tafsir Al-Hikmah: Lokalitas, Orientasi Pembaca, dan Aktualisasi Pesan Al-Qur’an Farid, Deden Maskur; Nawawi, Abd. Muid; Zuhri, Saifuddin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6684

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji dasar kenusantaraan Al-Hikmah: Tafsir Kontemporer Juz ‘Amma dan Al-Hikmah: Tafsir Kontemporer Juz 29 karya Aam Amiruddin serta merumuskan dimensi analitis untuk membacanya. Persoalan penelitian berangkat dari kecenderungan mengidentifikasi Tafsir Nusantara melalui asal geografis mufasir, bahasa, atau tempat penerbitan tanpa menjelaskan bagaimana lokalitas bekerja dalam produksi dan penyampaian makna. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan analisis isi kualitatif terhadap pengantar kedua jilid dan delapan surah yang dipilih secara purposif berdasarkan variasi medan argumentasi: al-Mulk, al-Mutaffifin, al-‘Adiyat, Quraisy, al-Nasr, al-Lahab, al-Ikhlas, dan al-Falaq. Analisis menggunakan empat dimensi analitis, yaitu ekologi produksi, orientasi pembaca, mediasi tradisi transregional dalam ekologi pembaca Indonesia, dan horizon aktualisasi. Keutuhan argumentasi keterlacakan hubungan teks, sumber, prinsip, dan aplikasi digunakan sebagai kriteria kontrol lintas-dimensi. Hasil analisis mengindikasikan bahwa kenusantaraan Al-Hikmah bersifat relasional. Lokalitas tampak melalui ekologi dakwah, pendidikan, penerbitan, dan komunitas pengetahuan Indonesia; konstruksi pembaca Muslim berbahasa Indonesia melalui bahasa komunikatif, penjelasan istilah, ilustrasi, dan orientasi pembinaan; serta cara sumber tradisional dimediasi untuk menjembatani otoritas wahyu dengan kebutuhan pembaca. Aktualisasi bergerak dari makna dasar menuju prinsip dan penerapan pada integritas, kerja, keluarga, komunikasi, tauhid, relasi sosial, dan kualitas amal. Temuan ini mengusulkan empat dimensi analitis, bukan indikator yang telah tervalidasi secara universal, dan menempatkan Al-Hikmah sebagai salah satu konfigurasi tafsir populer Nusantara kontemporer. Reflections on the Archipelagic Nature of the Al-Hikmah Exegesis: Locality, Reader Orientation, and the Actualization of the Qur’an’s Message Abstract This study aims to examine the Nusantara character of Aam Amiruddin’s Al-Hikmah: Contemporary Interpretation of Juz ‘Amma and Al-Hikmah: Contemporary Interpretation of Juz 29 and to formulate analytical dimensions for assessing it. The problem arises from the tendency to identify Nusantara Qur’anic exegesis through the interpreter’s geographical origin, language, or place of publication without explaining how locality operates in the production and communication of meaning. This library-based qualitative study applies content analysis to the introductions of both volumes and eight purposively selected surahs: al-Mulk, al-Mutaffifin, al-‘Adiyat, Quraisy, al-Nasr, al-Lahab, al-Ikhlas, and al-Falaq. The analysis uses four dimensions: production ecology, reader orientation, mediation of transregional exegetical tradition within an Indonesian reader ecology, and the horizon of actualization. Argumentative integrity the traceable relation among text, sources, principles, and applications is treated as a cross-dimensional control criterion. The findings indicate that Al-Hikmah’s Nusantara character is relational. Locality appears through Indonesian preaching, education, publishing, and knowledge networks; through the construction of Indonesian Muslim readers by communicative language, explanation, illustration, and formative orientation; and through the mediation of inherited exegetical sources for contemporary readers. Actualization moves from textual meaning to ethical principles and applications concerning integrity, work, family, communication, monotheism, social relations, and quality of action. The study therefore proposes four analytical dimensions rather than universally validated indicators and positions Al-Hikmah as one contemporary national-popular configuration of Nusantara Qur’anic exegesis.