Gina Rizqia Salsabila
Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Selama Proses Rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta Gina Rizqia Salsabila; Silvia Fatmah Nurusshobah; Ella Nurlela
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 8 No 1 (2026): REHSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v8i1.1865

Abstract

Resiliensi merupakan proses yang memungkinkan individu untuk beradaptasi saat menghadapi kesulitan, trauma, ancaman, maupun tekanan akibat proses hukum yang sedang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi serta menghambat resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) selama proses rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta, ditinjau dari tiga aspek Personal Resilience, Caregiver/Relational Resilience, dan Contextual Resilience. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kepada populasi berjumlah 31 ABH di Sentra Handayani Jakarta dengan teknik pengambilan sampel sensus sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi. Validitas alat ukur diuji menggunakan face validity, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan rumus Alpha Cronbach melalui perangkat lunak SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi ABH secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, kemudian dilihat secara per aspek, pada aspek personal resilience menunjukkan mayoritas ABH berada pada kategori tinggi sebanyak 70,97%, kemudian pada aspek contextual resilience mayoritas ABH pada kategori tinggi sebanyak 70,97% dan pada aspek caregiver/relational resilience menunjukkan ABH pada kategori tinggi sebesar 58,06%. Hasil ini menunjukkan terdapat permasalahan yang cukup kritis jika tidak segera di tangani yaitu pada aspek caregiver/relational resilience di mana dukungan relasional dari sistem sumber terutama dari keluarga belum dirasakan secara merata, ABH masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan perasaan yang mereka rasakan dan alami kepada keluarga, sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan bagi ABH dalam memproses trauma atau kecemasan yang dirasakan selama proses rehabilitasi. Maka berdasarkan temuan tersebut, peneliti memberikan rekomendasi program “JEMBATAN RASA” sebagai intervensi berbasis pendekatan social group work guna memperkuat resiliensi ABH secara menyeluruh