Silvia Fatmah Nurusshobah
Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Pekerja Sosial Dalam Memberikan Pelayanan Terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum Di Rumah Aman "Sumur" Kabupaten Nganjuk Sindy Lulut Fitriani; Silvia Fatmah Nurusshobah; Rini Hartini Rinda Andayani
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 7 No 2 (2025): REHSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v7i2.1587

Abstract

The Role of Social Workers in Providing Services is the main foundation in efforts to improve the welfare of individuals, families, groups, and communities. Social workers act as liaisons, advocates, and facilitators who help individuals access resources, overcome problems, and develop their potential. This study aims to understand and know in depth the role of social workers in providing services to children in conflict with the law at Rumah Aman “Sumur”, which includes 1) characteristics of informants, 2) the role of social workers in providing services to ABH, 3) supporting factors and inhibiting factors faced by social workers in providing services to ABH. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. The data sources used are primary and secondary data sources, this study consists of six informants including social workers, ABH and professional companions. Data collection techniques in this study used the techniques of 1) in-depth interviews, 2) observation, 3) documentation studies. The results of the study indicate that the role of social workers given is quite optimal but 1) lack of support from families,2) lack of Human Resources (HR) and 3) lack of complete facilities and infrastructure in the services provided to ABH. Based on the results of the study, the researcher proposes a program, namely a means of building relationships between children and families at the "Sumur" Safe House in Nganjuk Regency using the social group work method with educational group and self-help group techniques.
Implementasi Teknik Modifikasi Tingkah Laku untuk Meningkat Self Management Penyandang Disabilitas Mental di Sentra Phalamartha Sukabumi Syahla Julia Hasbi; Rini Hartini Rinda Andayani; Silvia Fatmah Nurusshobah
Peksos: Jurnal Ilmiah Pekerjaan Sosial Vol 24 No 2 (2025): PEKSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/peksos.v24i2`.1708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi teknik modifikasi tingkah laku dalam 4 aspek yaitu self motivation, self control, self development dan self organization. Penelitian ini menggunakan pendekatan Single Subject Design dengan metode kuantitatif. Responden penelitian ini adalah penyandang disaabilitas mental yang sedang menerima pelayanan di Sentra Phalamartha Sukabumi dengan menetapkan sampel berdasarkan hasil rekomendasi dari pekerja sosial. Instrumen yang digunakan dalam mengukur baseline A1, treatmen (B1) dan baseline A2 ditentukan berdasarkan hasil asesmen perilaku yang telah dilakukan, sehingga diperoleh 4 perilaku spesifik yaitu mengikuti kegiatan vokasional, bangun pagi pukul 06.00 WIB, perawatan diri (mandi) dan interaksi dengan teman satu Sentra. Teknik modifikasi tingkah laku yang digunakan adalah modelling, positif reinforcement, motivation, advice and instruction dan behavioral contract. Hasil penelitian ini menunjukan peningkatan pada RN yang memiliki self management pada kategori sedang dengan hasil pengukuran dari ke empat aspek memiliki skor 289, dimana pada aspek self motivation memiliki skor 68, aspek self control memiliki skor 81, aspek self development memiliki skor 71 dan aspek self organization memiliki skor 69. Peningkatan ini menunjukkan bahwa teknik modifikasi tingkah laku berhasil meningkatkan kemampuan self-management subjek secara signifikan, dengan hasil yang berkelanjutan dalam aktivitas sehari-hari seperti bangun pagi, mandi mandiri, dan berinteraksi sosial dengan teman-teman di lingkungan sekitar.
Resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) Selama Proses Rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta Gina Rizqia Salsabila; Silvia Fatmah Nurusshobah; Ella Nurlela
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 8 No 1 (2026): REHSOS (In Press)
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/rehsos.v8i1.1865

Abstract

Resiliensi merupakan proses yang memungkinkan individu untuk beradaptasi saat menghadapi kesulitan, trauma, ancaman, maupun tekanan akibat proses hukum yang sedang dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi serta menghambat resiliensi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) selama proses rehabilitasi di Sentra Handayani Jakarta, ditinjau dari tiga aspek Personal Resilience, Caregiver/Relational Resilience, dan Contextual Resilience. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kepada populasi berjumlah 31 ABH di Sentra Handayani Jakarta dengan teknik pengambilan sampel sensus sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan studi dokumentasi. Validitas alat ukur diuji menggunakan face validity, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan rumus Alpha Cronbach melalui perangkat lunak SPSS versi 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi ABH secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, kemudian dilihat secara per aspek, pada aspek personal resilience menunjukkan mayoritas ABH berada pada kategori tinggi sebanyak 70,97%, kemudian pada aspek contextual resilience mayoritas ABH pada kategori tinggi sebanyak 70,97% dan pada aspek caregiver/relational resilience menunjukkan ABH pada kategori tinggi sebesar 58,06%. Hasil ini menunjukkan terdapat permasalahan yang cukup kritis jika tidak segera di tangani yaitu pada aspek caregiver/relational resilience di mana dukungan relasional dari sistem sumber terutama dari keluarga belum dirasakan secara merata, ABH masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan perasaan yang mereka rasakan dan alami kepada keluarga, sehingga hal ini menjadi sebuah tantangan bagi ABH dalam memproses trauma atau kecemasan yang dirasakan selama proses rehabilitasi. Maka berdasarkan temuan tersebut, peneliti memberikan rekomendasi program “JEMBATAN RASA” sebagai intervensi berbasis pendekatan social group work guna memperkuat resiliensi ABH secara menyeluruh