Irawati I
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR YANG BERKORELASI TERHADAP PERSALINAN INDUKSI Maria Novita Kritstanti; Nor Asiyah; Irawati I
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persalinan induksi merupakan salah satu intervensi medis yang dilakukan untuk merangsang kontraksi uterus sebelum terjadinya persalinan secara spontan, dengan tujuan untuk mempercepat proses kelahiran. Induksi persalinan adalah proses atau perawatan yang merangsang kelahiran dan persalinan. Upaya menginduksi persalinan dapat dilakukan dengan metode farmasi atau non-farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berkorelasi terhadap persalinan induksi di RS Mardi Rahayu Kudus. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dalam bentuk korelasional dan dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RS Mardi Rahayu Kudus yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Besar sampel sebanyak 60 responden. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan checklist, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan bantuan SPSS dengan tingkat signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,000), usia kehamilan (p=0,000), kejadian hipertensi kehamilan (p=0,000), dan kejadian KPD (p=0,000) dengan kejadian induksi persalinan. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan induksi persalinan (p=0,112). Kesimpulan: Usia ibu, usia kehamilan, hipertensi, dan KPD merupakan faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian induksi persalinan. Diperlukan pemantauan kehamilan secara berkala dan deteksi dini terhadap faktor risiko agar keputusan induksi persalinan dapat dilakukan secara tepat dan aman.  
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PIJAT OXITOSIN DAN THERAPY MOXA TERHADAP LAMA KALA 1 PADA IBU BERSALIN PRIMIGRAVIDA Via Natallia; Nor Asiyah; Irawati I
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia Kebidanan
Publisher : Lppm Unan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persalinan dimulai kontraksi uterus dan diakhiri lahirnya plasenta. Lamanya persalinan beresiko menyebabkan kegawatdaruratan ibu dan janin. Kala 1 persalinan merupakan tahap awal yang menentukan kelancaran proses persalinan. Lamanya fase ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk efektivitas kontraksi rahim. Pijat oksitosin dan terapi moxa adalah metode nonfarmakologis yang dipercaya dapat mempercepat proses persalinan dengan merangsang pelepasan hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk efektivitas perbandingan efektivitas pijat oxitosin dan therapy moxa terhadap lama kala 1 pada ibu bersalin Primigravida di RS Mardi Rahayu Kudus. Metode: Jenis penelitian Quasy Experimen dengan desain Post-test Only Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RS Mardi Rahayu Kudus dengan jumlah ibu hamil Trimester III bulan Maret-Juni 2025 sebanyak 42 orang. Teknik sampling dengan Total Sampling, sehingga besar sampel penelitian ini sebanyak 42 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok sehingga setiap kelompok 21 orang. Metode pengumpulan data menggunakan checklist. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil: Rata-rata lama kala I fase aktif pada kelompok pijat oksitosin adalah 400,95 menit (SD = 109,586), sedangkan pada kelompok terapi moksibusi sebesar 376,67 menit (SD = 124,553). Uji statistik Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua intervensi terhadap lama kala I fase aktif (p = 0,157 > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruh pemberian pijat oksitosin dan terapi moksibusi terhadap lama kala I fase aktif pada ibu bersalin primigravida.