Luluk Oktaviani
Program Studi Administrasi Pendidikan, FIPP, Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEPUASAN SISWA TERHADAP LAYANAN SARANA PRASARANA, LAYANAN PEMBELAJARAN DAN LAYANAN KESISWAAN Luluk Oktaviani; Rudi Hariawan; Haromain Haromain
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13248

Abstract

ABSTRACT The quality of educational services in vocational high schools is determined not only by the learning process but also by the availability of adequate infrastructure and the quality of student services in meeting students’ needs. Several service-related issues remain at SMKN 1 Sakra, particularly concerning the adequacy of practical facilities and the responsiveness of school services, indicating the need to evaluate the extent to which services meet students’ expectations. This study aims to analyze student satisfaction with infrastructure services, learning services, and student affairs services and to identify service attributes that should be prioritized for improvement. The study employed a quantitative approach with a descriptive analytical method. The population consisted of 350 students in Grades X and XI, with a sample of 187 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected using a questionnaire based on the five SERVQUAL dimensions and analyzed using R-Studio through SERVQUAL gap analysis, a paired-samples t-test, and Importance Performance Analysis (IPA). The results showed that infrastructure and learning services had positive gap scores of 0.015 and 0.006, respectively, while student affairs services had a negative gap score of −0.021 with a statistically significant difference (p = 0.037). Among the SERVQUAL dimensions, the largest gaps were found in reliability (−1.67) and empathy (−1.00). IPA mapping placed toilet cleanliness, computer laboratories, and practical rooms in Quadrant I as the main priorities for improvement. These findings indicate that service quality improvement should focus on attributes with the largest gaps, while services that already meet students’ expectations should be maintained and evaluated periodically. ABSTRAK Kualitas layanan pendidikan di sekolah menengah kejuruan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tetapi juga oleh ketersediaan sarana prasarana dan kualitas layanan kesiswaan yang mampu memenuhi kebutuhan siswa. Permasalahan pada beberapa aspek layanan masih ditemukan di SMKN 1 Sakra, terutama terkait kecukupan sarana praktik dan respons layanan sekolah, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengetahui kesesuaian antara harapan dan layanan yang diterima siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kepuasan siswa terhadap layanan sarana prasarana, layanan pembelajaran, dan layanan kesiswaan serta mengidentifikasi atribut layanan yang menjadi prioritas perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif analisis. Populasi penelitian berjumlah 350 siswa kelas X dan XI dengan sampel 187 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis lima dimensi SERVQUAL dan dianalisis menggunakan R-Studio melalui analisis gap SERVQUAL, paired sample t-test, dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan sarana prasarana dan pembelajaran memiliki gap positif masing-masing sebesar 0,015 dan 0,006, sedangkan layanan kesiswaan memiliki gap negatif sebesar −0,021 dengan perbedaan signifikan (p=0,037). Pada dimensi SERVQUAL, kesenjangan terbesar terdapat pada reliability (−1,67) dan empathy (−1,00). Pemetaan IPA menempatkan kebersihan toilet, laboratorium komputer, dan ruang praktik pada Kuadran I sebagai prioritas utama perbaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu layanan perlu diarahkan pada atribut dengan kesenjangan terbesar, sementara layanan yang telah memenuhi harapan perlu dipertahankan dan dievaluasi secara berkala.