ABSTRACT The experience gained after using cosmetic products can serve as a basis for adolescent consumers in deciding whether to repurchase or discontinue a product. This phenomenon was examined by investigating the relationship between product quality and repurchase intention for Cosmetic X among active tenth-grade female students at SMAN 54 Jakarta. The study employed a quantitative approach with an associative design and involved 118 respondents purposively selected from students who had purchased and used Cosmetic X at least once within the previous six months. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using simple linear regression with the assistance of SPSS. The analysis yielded a t-value of 28.648 with p < 0.001, indicating a positive and significant effect of product quality on repurchase intention. The strength of this relationship is reflected in an R² value of 0.876, indicating that product quality accounts for 87.6% of the variation in repurchase intention, while the remaining 12.4% is associated with factors outside the research model. These findings position product quality as a strong basis for sustaining adolescent consumers’ preferences following product use. The more positively students perceive the product quality, the greater their tendency to repurchase Cosmetic X. ABSTRAK Pengalaman setelah menggunakan kosmetik dapat menjadi dasar bagi konsumen remaja untuk menentukan apakah suatu produk akan kembali dipilih atau ditinggalkan. Fenomena tersebut dikaji melalui hubungan antara kualitas produk dan niat pembelian ulang Kosmetik X pada siswi aktif kelas X SMAN 54 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif dan melibatkan 118 responden yang dipilih secara purposive dari siswi yang pernah membeli serta menggunakan Kosmetik X sedikitnya satu kali dalam enam bulan terakhir. Informasi penelitian diperoleh melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert lima poin, kemudian diolah menggunakan regresi linear sederhana berbantuan SPSS. Hasil pengujian menghasilkan nilai t sebesar 28,648 dengan p < 0,001, yang mengindikasikan adanya pengaruh positif dan signifikan kualitas produk terhadap niat pembelian ulang. Kekuatan hubungan tersebut tercermin pada nilai R² sebesar 0,876, sehingga 87,6% variasi niat pembelian ulang dapat dijelaskan oleh kualitas produk, sementara 12,4% lainnya berkaitan dengan faktor di luar model penelitian. Temuan ini menempatkan kualitas produk sebagai salah satu dasar yang kuat dalam mempertahankan pilihan konsumen remaja setelah pengalaman penggunaan. Semakin baik kualitas yang dirasakan, semakin besar kecenderungan siswi untuk kembali memilih Kosmetik X.