Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, baik melalui pasar domestik maupun ekspor. Sebagian besar produksi kopi nasional dihasilkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), namun pelaku UMKM kopi masih menghadapi kendala struktural berupa rendahnya penerapan standar mutu, keterbatasan kualitas pengemasan, dan minimnya pemanfaatan kanal pemasaran digital, sehingga daya saing produk di pasar nasional maupun global belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran standarisasi produk, pengemasan, dan penetrasi pasar digital dalam memperkuat daya saing UMKM kopi, serta merumuskan kerangka konseptual yang dapat diadopsi oleh pelaku usaha dan pemangku kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus multi-situs berbasis data sekunder, yaitu sintesis dan analisis konten terhadap studi-studi terdahulu mengenai UMKM kopi di berbagai wilayah di Indonesia yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa standarisasi mutu melalui penerapan SNI, Good Agricultural Practices (GAP), Good Handling Practices (GHP), dan sertifikasi (halal maupun internasional) menjadi fondasi penting untuk menembus pasar yang lebih luas; inovasi desain kemasan berkontribusi signifikan terhadap persepsi nilai dan keputusan pembelian konsumen; sementara pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce terbukti memperluas jangkauan pasar dengan biaya yang relatif efisien. Ketiga aspek tersebut saling melengkapi dan perlu diterapkan secara terintegrasi, bukan parsial, agar UMKM kopi mampu meningkatkan posisi tawar dan daya saingnya secara berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual tiga pilar (standarisasi, pengemasan, dan digitalisasi pemasaran) yang dapat menjadi acuan awal bagi penelitian lanjutan dengan data primer maupun bagi program pendampingan UMKM kopi.