Apfia Priska Justiciana
Departement of Biology, Universitas Kristen Satya Wacana, Jl. Diponegoro no. 52-60, Sidorejo, Salatiga, Indonesia 50711|Universitas Kristen Satya Wacana.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Kemampuan Dekolorisasi Naftol Merah dan Naftol Biru oleh Bacillus velezensis IBLTT_1, Bacillus cereus IBLTT_5, dan Enterococcus faecalis Apfia Priska Justiciana; Vincentia Irene Meitiniarti; Rully Adi Nugroho
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 24, No 5 (2026): September 2026
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.24.5.1116-1123

Abstract

Dekolorisasi pewarna sintetis oleh bakteri merupakan salah satu pendekatan biologis yang dapat digunakan untuk mengurangi warna pada limbah yang mengandung pewarna. Penelitian ini bertujuan membandingkan kemampuan tiga strain bakteri, yaitu Bacillus velezensis IBLTT_1, B. cereus IBLTT_5, dan Enterococcus faecalis, dalam mendekolorisasi naftol merah dan naftol biru. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu strain bakteri dan jenis pewarna, dengan empat ulangan biologis pada setiap kombinasi perlakuan. Dekolorisasi dievaluasi setelah inkubasi selama 48 jam berdasarkan persentase dekolorisasi dan laju dekolorisasi, sedangkan efisiensi relatif dekolorisasi digunakan sebagai parameter deskriptif. Data persentase dan laju dekolorisasi dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA setelah pengujian asumsi dan transformasi data sesuai kebutuhan, dengan uji lanjut Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. faecalis memiliki persentase dekolorisasi tertinggi terhadap naftol merah (80,03 ± 0,18%) dan naftol biru (93,68 ± 0,81%), sedangkan B. velezensis IBLTT_1 menunjukkan persentase dekolorisasi 73,22 ± 1,12% dan 30,73 ± 1,17%, serta B. cereus IBLTT_5 sebesar 50,28 ± 1,34% dan 66,96 ± 2,24% terhadap naftol merah dan naftol biru. Strain bakteri, jenis pewarna, dan interaksi keduanya berpengaruh signifikan terhadap persentase dan laju dekolorisasi (P < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kemampuan dekolorisasi berbeda antarstrain dan bergantung pada jenis pewarna. Namun, hasil dekolorisasi tidak dapat secara langsung diinterpretasikan sebagai biodegradasi karena produk transformasi dan aktivitas enzim yang terlibat tidak dianalisis.