Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Enikki Sebagai Strategi dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Fitri Anjaswuri; Nicky Nurcahyani; Penti Novi Indriani; Nurul Kamilah; Pramesti Khoerunnisa; Rendra Gunawan; Tetty Kurnianingsih
Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Borneo, 7(2), Juni 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/jtikborneo

Abstract

Keterampilan menulis menjadi indikator penting untuk mengukur kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis, khususnya dalam menulis paragraf deskripsi. Enikki merupakan strategi berbasis buku harian bergambar yang dapat membantu siswa memvisualisasikan dan mengembangkan gagasan sebelum menulis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan keterampilan menulis paragraf deskripsi siswa setelah penerapan strategi enikki. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Ceger 01 Kota Bogor dengan melibatkan 26 siswa kelas IV. Data utama dikumpulkan melalui tes menulis sebelum dan sesudah penerapan enikki, sedangkan observasi dan wawancara dengan satu orang guru kelas digunakan sebagai data pendukung untuk menggambarkan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan menulis meningkat dari 66,46 pada pretest menjadi 87,50 pada posttest. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan skor yang signifikan, t(25) = 7,13, p < 0,001. Peningkatan skor terlihat pada aspek kesesuaian judul, kerapihan tulisan, ketepatan diksi, struktur penulisan karangan, kesesuaian isi dengan paragraf, dan ketepatan penggunaan ejaan. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor keterampilan menulis paragraf deskripsi setelah penerapan enikki, meskipun desain satu kelompok tanpa kelompok kontrol membatasi penarikan kesimpulan kausal.