Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan dan Pemberian Makanan Tambahan sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Balita di Desa Penanggungan Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Mohammad Rafi Arfiansyah; Alfira Lia Albani; Dela Nadila; Igus Ardika; dwi yanda azka maulana; Adila Hasna Ramadani; Cintasa Salsabilla; Meilani Prita Anjani; Abid Danendra; Amarra Nayla Fatiha Pranoto; Kireina Putri Ramadhani; Arif Budiman; Akhmad Darmawan
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 2 (2026): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v5i2.301

Abstract

Stunting merupakan kondisi gizi kronis yang disebabkan oleh asupan zat gizi yang tidak mencukupi dalam jangka waktu yang lama akibat tidak konsistenan dalam pemberian makanan bergizi dan seimbang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan gizi seimbang, serta memberikan intervensi Makanan Tambahan (PMT) berbasis bahan pangan lokal bagi balita berisiko. Sasaran utama kegiatan ini melibatkan 18 orang peserta yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh/orang tua balita. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan, yang meliputi tahap pretest, penyuluhan interaktif, pemberian PMT (seperti puding jagung kacang hijau), pendampingan pengolahan pangan, serta posttest sebagai instrumen evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta sebesar 8,89 poin (10,81%), yaitu dari 82,22 pada pretest menjadi 91,11 pada posttest. Nilai minimum peserta juga meningkat dari 60 menjadi 80. Uji statistik Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai p = 0,038 (p 0,05), yang membuktikan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan. Kesimpulannya, pengintegrasian penyuluhan, pendampingan, dan intervensi PMT efektif meningkatkan pemahaman dan literasi gizi orang tua. Keberlanjutan program melalui peran posyandu dan pemantauan tumbuh kembang berkala tetap diperlukan agar perubahan pengetahuan dapat terealisasi menjadi perubahan perilaku pola asuh gizi secara permanen.