Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Deteksi Dini Hoaks dalam Menangkal Penyebaran Radikalisme di Media Sosial di Kalangan Santri Pesantren di Madura Abd Hannan; Zainuddin Syarif; Khairul Umam
Jurnal Literasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5, No 2 (2026): September
Publisher : CV Litera Inti Aksara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61813/jlppm.v5i2.341

Abstract

Studi ini mengkaji upaya deteksi dini hoaks dalam upaya menangkal radikalisme beragama di kalangan santri di pondok pesantren di Madura, dalam hal ini Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, Madura. Terdapat tiga pertanyaan penting yang hendak dijawab dalam pengabdian ini, Bagaimana menangkal radikalisme melalui edukasi deteksi dini informasi hoaks di media sosial pada kalangan santri di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan? Apa saja strategi pengabdian yang dapat diterapkan untuk  melakukan edukasi deteksi dini informasi hoaks di jagat media sosial dalam menangkal radikalisme pada kalangan santri di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan? Bagaimana hasil dari kegiatan edukasi deteksi dini informasi hoaks di jagat media sosial sebagai strategi menangkal radikalisme pada kalangan santri di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan? Kegiatan pengabdian ini merupakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Data yang digunakan ada dua, data primer dan data sekunder. Setalah melakukan kegiatan pengabdian dan menganalisanya berdasarkan perspektif sosiologi agama, studi ini mendapati temuan  bahwa secara umum edukasi deteksi dini informasi hoaks di jagat media sosial sebagai strategi menangkal radikalisme pada kalangan santri di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan, yang dalam pengabdian ini dilakukan oleh Tim Pengabdi melalui aktivitas pelatihan atau workshop secara umum menunjukkan hasil yang relatif maksimal. Dengan mengikuti kegiatan pelatihan atau workshop, para santri, khususnya kalangan pengurus atau guru menjadi lebih kenal, tahu dan paham bagaimana melakukan deteksi dini hoaks di media sosial, sehingga memungkinkan mereka memiliki sistem penyaringan dari pengaruh berita hoaks keagamaan yang mengarah pada radikalisme dan ekstremisme keagamaan, baik yang bersifat pemikiran maupun tindakan. Katakunci: Deteksi dini Hoaks, media sosial, radikalisme, Pesantren AbstractThis study examines efforts to detect hoaxes early as a means of countering religious radicalism among santri (Islamic boarding school students) at the Darul Ulum Banyuanyar Islamic Boarding School in Pamekasan, Madura. Three key questions are addressed in this community service initiative: How can radicalism be countered through education on the early detection of social media hoaxes among santri at the Banyuanyar Islamic Boarding School? What community service strategies can be implemented to educate santri on detecting social media hoaxes early in order to counter radicalism? What are the results of this educational initiative regarding early hoax detection on social media as a strategy to counter radicalism among santri at the Banyuanyar Islamic Boarding School? This initiative employs a Participatory Action Research (PAR) approach using qualitative methods, utilizing both primary and secondary data. Following the implementation and analysis of the activities from the perspective of the sociology of religion, the study finds that—overall—educating santri on the early detection of social media hoaxes yielded highly effective results as a strategy to counter radicalism. Through training sessions and workshops conducted by the service team, the santri—particularly student leaders and teachers—gained familiarity with and an understanding of how to detect hoaxes early on social media. This equipped them with a filtering mechanism against religious hoaxes that could otherwise foster religious radicalism and extremism, whether in terms of ideology or action.Keywords: Early hoax detection, social media, radicalism, Islamic boarding school (Pesantren)