Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Effective Time dalam Meningkatkan Berth Occupancy Ratio pada Pelabuhan Sri Tanjung Gelam M. Hakimi; Mey Krisselni Sitompul; Tri Mardalena
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13861

Abstract

Permasalahan yang menjadi perhatian utama di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam berkaitan dengan tingginya jumlah penumpang dan padatnya aktivitas kapal yang berlangsung setiap hari. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan pelayanan, kepadatan lalu lintas kapal, serta kurang optimalnya pemanfaatan fasilitas dermaga. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh effective time terhadap nilai berth occupancy ratio (BOR) di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam sekaligus mengetahui berbagai faktor yang memengaruhi effective time.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana effective time berpengaruh terhadap nilai berth occupancy ratio (BOR) di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan perubahan pada effective time. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi lapangan, wawancara dengan agen kapal dan pihak instansi yang berkaitan dengan operasional pelabuhan, serta studi dokumentasi terhadap laporan kegiatan operasional pelabuhan.Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa nilai BOR Pelabuhan Sri Tanjung Gelam pada tahun 2024 mencapai 75%. Nilai tersebut berada dalam rentang standar optimal, yaitu 70–80%. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa effective time dalam kegiatan operasional memiliki pengaruh terhadap nilai BOR. Untuk lima rute pelayaran, diperlukan effective time sekurang-kurangnya 49,5 jam guna mencegah terjadinya kepadatan lalu lintas kapal yang disebabkan oleh tingginya intensitas keberangkatan. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap rendahnya effective time adalah kondisi cuaca yang kurang mendukung, keterlambatan penumpang, serta permasalahan teknis pada sistem penerbitan Surat Izin Berlayar (SIB) secara online.